ANALIS MARKET (11/11/2025): IHSG Berpotensi Menguat Kembali

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (10/11) ditutup turun 0.04%, tapi masih disertai dengan net buy asing sebesar Rp103 Miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BREN, BMRI, BUMI, HRTA dan FILM.

Sementara itu, Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (10/11), didorong kenaikan saham Nvidia dan Palantir serta perusahaan-perusahaan AI lainnya menyusul kemajuan Washington untuk mengakhiri penutupan pemerintahan. Indeks S&P 500 naik 1,54%, Nasdaq meningkat 2,27% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,81%. Sementara itu, indeks saham Russell 2000 berkapitalisasi kecil naik 0,9%, dan indeks semikonduktor PHLX melonjak 3%. Di sisi lain, saham-saham teknologi besar rebound dari kerugian terakhir. Saham Nvidia, naik 5,8%. Perusahaan analitik data AI Palantir melonjak 8,8% dan Tesla naik 3,7%. Saham maskapai penerbangan tertekan karena pemangkasan penerbangan yang diarahkan pemerintah dan ketidakhadiran staf trafik udara mengganggu perjalanan udara AS. Saham United Airlines turun 1,3% dan saham American Airlines turun 2,5%. Di situs web taruhan Polymarket, probabilitas berakhirnya penutupan pemerintah minggu ini mencapai 88%.

Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin (10/11), setelah kekhawatiran valuasi saham berbasis kecerdasan buatan (AI) menekan pasar regional pada pekan lalu. Di sisi lain, investor di kawasan Asia kini juga mencermati rilis data inflasi China untuk bulan Oktober yang dirilis akhir pekan lalu dan tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi konsumen utama (CPI) China tercatat naik 0,2% YoY, melampaui ekspektasi sebesar 0%. Sementara itu, inflasi produsen (PPI) turun 2,1% YoY, sedikit di atas perkiraan sebesar 2,2%. Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,26%, dan Topix naik 0,56%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 3,02%, dan Kosdaq meningkat 1,32%. Kemudian, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,76%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,55% dan CSI 300 China bertambah 0,35%. Di sisi lain, FTSE STI Singapura turun 0,09% dan FTSE Malaysia KLCI naik 0,51%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (11/11), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi mencoba menguat kembali di hari ini seiring dengan US Government reopening plan. Diperkirakan Support IHSG: 8320-8350 dan Resist IHSG: 8450-8500.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: BRMS, BUMI, INET, BUVA, UNVR, dan ADRO.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

BRMS, Spec Buy dengan area beli di 965-975, cutloss di bawah 955. Target dekat di 990-1020.

BUMI, Spec Buy dengan area beli di 148-150, cutloss di bawah 147. Target dekat di 154-160.

INET, Spec Buy dengan area beli di 400, cutloss di bawah 388. Target dekat di 416-430.

BUVA, Spec Buy dengan area beli di 900-925, cutloss di bawah 880. Target dekat di 955-1020.

UNVR, Spec Buy dengan area beli di 2500-2530, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2600-2650.

ADRO, Spec Buy dengan area beli di 1930-1960, cutloss di bawah 1920. Target dekat di 1980-2020.