ANALIS MARKET (24/6/2024) : IHSG Berpeluang Bergerak Menguat dan Setelahnya Rawan Terkoreksi Wajar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, selama sepekan terakhir, IHSG ditutup menguat +0,89% ke 6.879,98.

Asing mencatatkan net buy sebesar 1,15 triliun (all market) dan net buy sebesar 1,17 triliun (RG market).

5 saham yang mencatatkan net buy asing teratas adalah BBCA (556,0 miliar), AMMN (372,7 miliar), BMRI (113,7 miliar), BBNI (72,1 miliar), & PGAS (70,9 miliar).

Sementara itu, 5 saham yang mencatat net seller asing adalah BREN (113.6B), BBRI (102.7B), UNVR (46.1B), BYAN (41.2B), TBIG (38.9B).

Secata teknikal, IHSG ditutup positif dan tembus support trendline. Indikator dari stochastic masih bullish, histogram MACD bergerak ke arah positif (garis potensi golden cross) dan volume semakin meningkat.

Sementara itu, Indeks utama Wall Street ditutup beragam (DJI +0.04% , GSPC -0,16%, IXIC -0,18%).

EIDO ditutup naik +2.57%. rekor tertinggi, sementara Dow naik tipis. Pasar sedang menilai data ekonomi terkini dan keberlanjutan reli yang didorong oleh AI tahun ini.

Sektor teknologi terseret dengan penurunan Nvidia (-3.2%) pada sesi kedua, menyebabkan sektor chip melemah termasuk Broadcom (-4.4%), Qualcomm (-1.4%), Arm (-0.3%), dan Micron (- 3,2%).

Apple turun 0,4% di tengah penundaan peningkatan perangkat lunak AI di UE karena masalah peraturan.

Dari segi data, PMI S&P yang dirilis pada pembukaan sesi melampaui ekspektasi, menantang prospek perekonomian yang moderat menyusul melemahnya klaim pengangguran, perumahan baru, dan penjualan ritel pada minggu ini.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis Kiwoom Sekuritas memperkirakan, Indeks hari ini berpeluang untuk bergerak lebih tinggi dan setelahnya rawan terkoreksi wajar.

“Skenario bearish: Jika kembali bergerak bearish, IHSG diperkirakan akan kembali melemah hingga kisaran support 6.791 –6.819. Skenario Bullish: Jika IHSG mampu bergerak bullish, IHSG berpeluang menembus resistance 6.945 –6.971,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Senin (24/6).