BEI - Nasdaq Jalin Sinergi Tingkatkan Infrastruktur Pasar Modal

foto : istimewa

Pasardana.id - Baru-baru ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Nasdaq (Nasdaq: NDAQ) mengumumkan perluasan kemitraan teknologi untuk peningkatan platform perdagangan BEI ke teknologi Nasdaq yang paling canggih.

Melansir siaran pers, Senin (17/6) disebutkan bahwa, kesepakatan ini juga mencakup perpanjangan kemitraan pengawasan pasar antara Nasdaq dengan BEI, dan kesepakatan untuk meningkatkan bisnis Indeks BEI dalam membantu menumbuhkan ekosistem pasar modal global yang lebih dalam serta canggih.

Adapun perjanjian ini dibangun di atas kemitraan Nasdaq di berbagai sistem keuangan Indonesia.

Juga disebutkan, selain hubungan jangka panjang Nasdaq dengan BEI, Nasdaq juga nenyediakan teknologi pengawasan pasar untuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), platform teknologi inti yang menopang Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan solusi tresuri Calypso untuk Bank Indonesia.

Secara kolektif, interoperabilitas yang lebih besar di seluruh struktur sistem keuangan Indonesia akan mengurangi kompleksitas dan gesekan

secara keseluruhan, yang pada akhirnya membantu menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih efisien.

Sunandar selaku Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI mengatakan, keputusan BEI untuk memodernisasi arsitektur ini sejalan dengan pilar-pilar strategis yang ditetapkan oleh OJK untuk mengembangkan pasar modal yang kuat, stabil, dan berkelanjutan, serta dapat mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

"Dengan peningkatan sistem perdagangan dan infrastruktur teknologi ini, kami berharap dapat menjadi lebih kompetitif dan tetap menarik bagi investor domestik dan internasional. Kami percaya bahwa kemitraan ini akan mempercepat modernisasi pasar modal Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," terang Sunandar. 

BEI sendiri, telah mengalami periode pertumbuhan yang pesat selama beberapa tahun terakhir dengan volume perdagangan yang meningkat 65% sejak 2019, dan jumlah total investor yang berdagang di bursa meningkat lebih dari 400% menjadi 12,6 juta.

Saat ini, BEI memiliki 921 perusahaan yang tercatat di bursa, meningkat 49% pada periode yang sama dan mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin di antara pasar ASEAN, didorong oleh perkembangan ekonomi Indonesia yang sedang berlangsung.

Diharapkan, platform Nasdaq yang modular dan terukur akan mendukung kemampuan BEI untuk terus melayani pasar modal Indonesia seiring dengan pertumbuhan ekonominya.

Platform ini mendukung perdagangan di kelas aset tradisional, termasuk ekuitas, pendapatan tetap, valuta asing, dan derivatif, serta aset digital, sehingga memberikan fleksibilitas untuk mendukung tujuan BEI dalam meningkatkan jumlah produk dan layanan yang ditawarkan.

Selain itu, dengan menghadirkan arsitektur yang fleksibel pada bisnis Indeks, BEI akan dapat dengan cepat merancang dan meluncurkan indeks baru seiring dengan munculnya peluang pertumbuhan.

“Pada akhirnya, platform baru ini akan melipatgandakan kapasitas transaksi sekaligus mendukung pengalaman perdagangan dengan latensi rendah yang deterministik,” terang Sunandar.

Di kesempatan yang sama, Magnus Haglind, Head of Marketplace Technology di Nasdaq mengatakan, "Nasdaq memainkan peran penting di jantung kisah modernisasi Indonesia. Kami menyambut baik kesempatan untuk mendukung visi dan ambisi BEI untuk menjadi bursa kelas dunia. Dengan mendukung pengembangan ekosistem pasar modal yang mendalam dan canggih di Indonesia, kami dapat membantu mewujudkan pertumbuhan sekaligus kesejahteraan di seluruh negeri serta wilayah yang lebih luas."

Divisi Teknologi Finansial Nasdaq menyediakan solusi teknologi pasar modal dan regulasi yang sangat penting bagi industri jasa keuangan. Sebagai mitra platform berskala besar, Nasdaq memanfaatkan pengalaman industri yang mendalam dan keahlian teknologi untuk membantu lebih dari 3.500 bank, pialang, regulator, operator infrastruktur keuangan, dan perusahaan buy-side menyelesaikan tantangan operasional terberat mereka sambil memajukan modernisasi di seluruh industri.