Buyback Senilai Rp3,2 Triliun Tak Mampu Perbaiki Rugi Per Saham GOTO

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) menyiapkan dana sebesar Rp3,2 triliun untuk membeli kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 10.264.665.616 lembar saham beredar atau setara dengan 0,85 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Bila semua dana itu terpakai, maka saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen saham, termasuk saham treasuri perseroan.

Mengutip keterangan resmi emiten teknologi informasi ini pada akhir pekan lalu, bahwa dana tersebut dari kas internal.

“Sumber dana itu bukan merupakan dana hasil penawaran umum dan bukan merupakan dana yang berasal dari pinjaman dan/atau utang dalam bentuk apa pun,” tegas manajemen GOTO.

Sebagai gambaran, GOTO mencatakan saldo kas sebesar Rp 23 triliun pada tanggal 31 Maret 2024, sehinga dirasa cukup untuk melakukan buyback.

Manajemen GOTO mengaku, rencana buyback ini agar perseroan dapat memiliki fleksibilitas dan opsi yang lebih baik dalam mengelola modal dan memaksimalkan imbal hasil (return) kepada pemegang saham.

Hanya saja, manajemen GOTO mengaku aksi buyback ini tidak bisa menekan atau memperbaiki rugi per saham yang tercatat Rp85 per lembar pada akhir Desember 2023.

Bahkan, rugi per saham akan kian tertekan, dikarenakan GOTO masih dalam posisi mencatatkan rugi bersih dan dikarenakan menurunnya jumlah saham beredar dikarenakan Pembelian Kembali Saham.

Namun, akan terdapat pengaruh nilai tambah pada earnings per share pada saat GOTO mencapai laba bersih di masa depan.

Rencananya, aksi buyback akan dimulai pada tanggal 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025 bila mendapat restu pemodal dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 11 Juni 2024 mendatang.