BPS : April 2024 Terjadi Inflasi Sebesar 3 Persen YoY

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada April 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40.

Plt Kepala BPS, Amalia A Widyasanti menjelaskan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) April 2024 sebesar 0,25 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) April 2024 sebesar 1,19 persen.

Adapun tingkat inflasi y-on-y komponen inti April 2024 sebesar 1,82 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,29 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,86 persen.

"Tingkat inflasi bulanan April 2024 lebih rendah dibandingkan inflasi bulanan sebelumnya dan bulan yang sama pada tahun lalu," kata dia, Kamis (2/5/2024).

Lebih lanjut diungkapkan, Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 4,65 persen dengan IHK sebesar 106,70 dan terendah terjadi di Provinsi Papua sebesar 1,78 persen dengan IHK sebesar 104,12.

Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 7,56 persen dengan IHK sebesar 108,41 dan terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 0,78 persen dengan IHK sebesar 104,11.

Lebih rinci dijelaskan, Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,04 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,99 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,08 persen; kelompok transportasi sebesar 1,33 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,58 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,72 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,47 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,31 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.