ANALIS MARKET (17/5/2024) : IHSG Berpotensi Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Dow Jones menghentikan laju naik dua harinya pada perdagangan Kamis (16/05/24) setelah sempat melewati angka 40.000 untuk pertama kalinya, seiring para investor mempertimbangkan rebound dalam yield US Treasury dan rally di Walmart.

Dow Jones Industrial Average turun 38 poin, atau 0,1%, dan sebelumnya melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di 40.051,05.

Adapun S&P 500 mengempis 0,2%, dan NASDAQ Composite menyusut 0,3% , dengan kedua indeks mencatat rekor tertinggi intraday.

MUSIM LAPORAN KEUANGAN masih mendominasi sentimen market di mana Walmart bersinar di panggung pendapatan.

Walmart Inc , komponen utama DJIA, melonjak 7% setelah menaikkan panduannya menyusul hasil kuartal fiskal pertama yang mengalahkan perkiraan Wall Street, baik pada top line maupun bottom line.

Ekspektasi pemotongan suku bunga di bulan September terus memberikan dukungan pada pasar saham karena data US CPI yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Rabu diikuti oleh data yang menunjukkan pendinginan pasar tenaga Kerja.

INITIAL JOBLESS CLAIMS di AS turun menjadi 222.000 (di atas prediksi ekonom 219.000) dalam minggu yang berakhir pada 11 Mei, dari pekan sebelumnya yang direvisi naik menjadi 232.000.

Namun, yield US Treasury rebound dari penurunan sehari sebelumnya karena para pembicara dari bank sentral AS tetap berhati-hati dan menekankan perlunya memantau data ekonomi lebih lanjut untuk yakin melihat tanda-tanda bahwa inflasi berada pada trajectory melandai.

Most of them percaya masih perlu waktu lebih lama untuk menurun kan Inflasi ke tingkat target mereka 2%.

View tersebut diamini oleh analis di Macquarie yang percaya bahwa satu bulan data Core CPI yang sesuai dengan konsensus mungkin belum cukup untuk memulai memotivasi Federal Reserve memotong suku bunga acuan mereka.

MARKET ASIA & EROPA : pagi ini KOREA SELATAN telah mengumumkan Unemployment Rate (Apr) stagnan di tingkat 2.8%. Masih di pagi ini, CHINA akan mempublikasikan sederet data ekonomi seperti : Industrial Production (Apr), Retail Sales (Apr), serta Unemployment Rate (Apr) yang diperkirakan masih akan flat pada level 5.2% seperti bulan sebelumnya. Dari benua EROPA, data CPI EUROZONE akan jadi pusat perhatian sore ini sekitar jam 16.00 WIB, secara mereka pun tengah berjuang untuk mengendalikan Inflasi ke level 2% selaku Target ECB. CPI (Apr) diperkirakan masih flat di level 2.4% yoy sama seperti bulan sebelumnya, namun mereka mengharapkan adanya penurunan pada Core CPI ke level 2.7% yoy, melandai dari 2.9%. PDB Jepang pada kuartal pertama mengalami kontraksi pada tingkat tahunan sebesar 2%, lebih besar dari penurunan 1,5% yang diperkirakan dalam polling Reuters. Data yang tidak terduga ini berpotensi menghambat rencana Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga.

KOMODITAS: Harga MINYAK setelah data menunjukkan pasar kerja AS yang stabil, memicu harapan bahwa Federal Reserve dapat mulai menurunkan suku bunga pada musim gugur, yang seharusnya merangsang ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak. Futures BRENT naik 0,6% ke level USD 83,27 / barel, sementara US WTI berakhir pada USD 79,23 / barel, atau naik 0,8%. Sementara dari komoditas lain, harga EMAS turun karena US DOLLAR menguat, meskipun tanda-tanda inflasi AS yang mereda memperkuat harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini dan menjaga bullion mendekati puncak satu bulan. Harga spot emas turun 0,3% menjadi USD 2.379,60/ ounce , setelah sempat mendekati area harga USD 2400.

INDONESIA: IHPR Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal I 2024 mencapai 1,89% yoy, menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 1,74% pada kuartal IV 2023. Penjualan properti residensial juga mengalami pertumbuhan sebesar 31,16% yoy, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 3,37%, didorong oleh peningkatan penjualan di semua jenis rumah. Nilai tukar RUPIAH ditutup di level Rp15.924 USD pada hari Kamis, menguat 0,65%. IHSG membukukan kenaikan di hari kedua berturut-turut, melonjak 66.87points / +0.93% ke level 7246.7, finally dibarengi oleh FOREIGN NET BUY senilai IDR 526.62 milyar (all market), inflow paling fresh dalam beberapa hari terakhir. Secara teknikal, kenaikan kemarin confirm mematahkan downtrend channel jangka pendek IHSG dari longsor sejak peak mid-March yang lalu; dengan demikian kali ini membuka potensi penguatan ke TARGET 7300-7400.

Menyikapi kondisi tersebut diatas, analis NH Korindo Sekuritas perlu mengingatkan potensi pullback sementara ke level Support 7200 di penghujung minggu ini.

Sebaliknya, para investor / trader bisa lebih confident AVERAGE UP jika level Resistance 7260-7270 terbukti mantap dilewati.

“IHSG berpotensi bergerak melemah,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Jumat (17/5).