ANALIS MARKET (17/5/2024) : Dibayangi Aksi 'Profit Taking', IHSG Berpotensi Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (16/5), IHSG ditutup menguat +0,93% ke level 7.246,70.

Investor asing mencatatkan net buy sebesar 526,62 miliar (all market) dan net buy sebesar 191,85 miliar (RG market).

5 saham yang mencatat net buy asing teratas adalah ASII (136,3 miliar), BBNI (135,5 miliar), TPIA (101,9 miliar), ADRO (51,5 miliar), & AMMN (46,6 miliar).

Sementara itu, 5 saham yang mencatat net seller asing terbesar adalah BBRI (277.2 miliar), BMRI (148.1 miliar), UNTR (39.7 miliar), CUAN (24.9 miliar), AKRA (23.8 miliar).

Secara teknikal, IHSG ditutup positif dan menguji resistensi.

Indikator dari stochastic masih bullish, histogram MACD bergerak positif (garis bullish) dan volume meningkat.

Sementara itu, Indeks utama Wall Street ditutup melemah (DJI -0.10% , GSPC -0,21%, IXIC -0,26%).

EIDO ditutup +0,72% lebih tinggi.

Data ekonomi baru-baru ini beragam, termasuk penurunan klaim pengangguran awal, harga impor dan ekspor yang lebih tinggi dari perkiraan, izin perumahan dan bangunan baru yang mengecewakan, dan terhentinya produksi industri.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis Kiwoom Sekuritas memperkirakan, Indeks hari ini akan bergerak lebih rendah jika tidak dapat melakukan pengujian. resistensi terdekatnya untuk mengantisipasi aksi ambil untung.

“Jika kembali bergerak bearish, IHSG diperkirakan akan kembali melemah hingga kisaran support 7.163 –7.192. Jika IHSG mampu bergerak bullish, IHSG berpeluang menembus resistance 7.285 –7.298,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Jumat (17/5).