RI-Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM

Foto : Dok. Humas Kemnaker

Pasardana.id - Pemerintah Indonesia dengan Jepang sepakat untuk secara bersama meningkatkan kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Hal ini terungkap dalam pertemuan bilateral antara Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi dan Presiden of Japan International Cooperation Agency (JICA), Akihiko Tanaka, yang berlangsung di Tokyo, Jepang, dimana keduanya menyepakati kerjasama untuk sama-sama bertisipasi pada program tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Specified Skilled Workers (SSW) dan program magang baru.

Dalam siaran pers Kemnaker, Selasa (23/4), Sekjen Anwar mengungkapkan, saat ini Kemnaker sedang melakukan pengembangan fungsi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang dikenal dengan program Transformasi Balai Latihan Kerja.

Melalui pengembangan tersebut, diharapkan fungsi balai yang meliputi; skilling, reskilling, dan up-skilling ini dapat lebih memberikan manfaat bagi para calon pekerja dan pekerja.

"Kami bermaksud mengembangkan dan meningkatkan fungsi BPVP,” sebut dia.

Anwar menjelaskan, peningkatan fungsi BPVP tidak hanya program pelatihan kerja bagi pekerja lokal. Tetapi juga pelatihan kerja bagi para calon pekerja migran. 

“Sehingga program pelatihan kerja juga mencakup program pelatihan budaya dan bahasa," ucapnya.

Sementara itu, pada program SSW ini disebutkan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia dengan Jepang berupaya menyusun langkah-langkah strategis sebagai solusi untuk menambah jumlah pengiriman peserta SSW.

Khususnya, dari Indonesia untuk pengembangan ekonomi dan SDM kedua negara melalui pertukaran SDM terampil.

Di pertemuan tersebut juga dibahas berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi para pekerja Indonesia termasuk penataan sistem uji kompetensi yang bisa dilaksanakan di Indonesia.

Bahkan, kata Anwar, juga dimungkinkan adanya pengakuan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia.

Menanggapi hal ini, President JICA, Akihiko Tanaka mengapresiasi pertemuan tersebut.

Bahkan, ia antusias untuk dilakukan pembahasan yang lebih intens. 

"Pada intinya kita ingin adanya terobosan inovatif untuk memanfaatkan peluang kerjasama ini,” ujar Akihito.