Bayar Utang, HRUM Akan Lego 49 Persen Portofolio Nikel Kepada Eternal Tsingshan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Harum Energy Tbk (IDX: HRUM) akan menjual 49 persen saham dua anak usaha yang bergerak pada bidang pertambangan dan pengolahan nikel kepada Eternal Tshinghan, perusahaan investasi asal Hong Kong.

Caranya, ke dua anak usahanya, yaitu; Harum Nickel Perkasa dan Tanito Harum Nikel terlebih dahulu menerbitkan surat utang wajib konversi.

Lantas, surat utang itu akan diserap oleh Eternal Tsinghan.

Direktur Utama HRUM, Ray A Gunara menegaskan, surat utang tersebut akan dikonversi menjadi saham pada kedua anak usaha tadi dengan porsi kepemilikan saham sebanyak-banyaknya 49 persen.

“Setelah pelaksanaan konversi, kami tetap merupakan pemegang saham mayoritas yakni minimal 51 persen,” tulis Ray dalam keterangan resmi, Rabu (17/4/2024).

Rencananya, jelas dia, dana hasil penerbitan surat utang wajib konversi itu digunakan untuk melunasi sebagian kewajiban perseroan terkait akuisisi portofolio nikel.

“Penerbitan surat utang wajib konversi ini meningkatkan struktur pemodalan perseroan melalui penurunan rasio kewajiban terhadap ekuitas,” tambah dia.

Dia juga menjelaskan, kerjasama dengan Eternal Tsinghan dipercaya dapat membangun industri nikel terintergrasi mulai dari hulu ke hilir dengan ragam produk nikel, mendukung industri pemurnian dan pengolahan nikel serta menjangkau rantai pasok industri stainless steel atau baja nirkarat.

Hanya saja, Ray belum bisa mengungkapkan rincian perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani HRUM dan calon mitranya pada tanggal 5 April 2024 terkait jumlah pokok surat utang hingga jatuh tempo.

Ray hanya menyatakan, penerbitan surat utang wajib konversi itu akan berlangsung pada kuartal III 2024.

Sebagai gambaran nilai surat itu, Tanito Harum Nikel melalui anak usahanya yakni PT Harum Nickel Industry (HNI), telah membeli 1,124 juta saham atau 60,7 persen kepemilikan pada PT Westrong Metal Industry (WMI) senilai USD215,21 juta pada akhir Januari 2024.

Setelah transaksi itu, HNI menguasai 80,7 persen porsi kepemilikan perusahaan pengolahan atau smelter nikel di Weda Bay, Maluku Utara terhitung pada tanggal 26 Januari 2024.

Sebelumnya, Tanito Harum Nikel membeli 51 persen kepemilikan saham di perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel, PT Infei Metal Industry (IMI) senilai USD70,38 juta pada tanggal 26 September 2023.

Mengutip keterangan resmi emiten tambang batu bara itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), bahwa pengambilalihan saham tersebut dilakukan oleh 2 anak usaha HRUM, yakni Tanito Harum Nickel yang membeli sebanyak 799.999 lembar IMI dan Harum Nickel Perkasa membeli 1 saham IMI milik Central Halmahera Holding Pte Ltd.

Alhasil, HRUM menguasai 100 persen kepemilikan di IMI melalui dua anak usaha tersebut.