Indeks Kospi Turun 0,37 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 9,93 poin, atau sekitar 0,37 persen, pada Kamis (29/2/2024), menjadi 2.642,36.

Volume perdagangan moderat mencapai 484 juta saham senilai 12,5 triliun won atau sekitar US$9,44 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 545 berbanding 341.

Angka indeks turun mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu kehati-hatian para investor jelang dirilisnya data inflasi Amerika Serikat.

“Para investor memperhatikan dengan seksama angka indeks belanja konsumsi pribadi AS. Pergerakan indeks Kospi juga terpengaruh libur Independence Movement Day yang berlangsung pada 1 Maret,” kata Han Ji-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi melepas saham senilai 507,3 miliar won, sedangkan investor asing dan ritel masing-masing meraup saham senilai 175,1 miliar won dan 310 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,27 persen, saham SK Hynix dan Samsung SDi masing-masing merosot 1,14 persen dan 1,18 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing terjun 3,37 persen dan 5,42 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing anjlok 4,41 persen dan 4,14 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing melonjak 1,01 persen dan 5,78 persen. Saham perusahaan manufaktur suku cadang mobil Hyundai Mobis naik 0,21 persen.

Saham perusahaan sekuritas Hanwha Investment & Securities melambung 3,49 persen dipicu lonjakan harga bitcoin. Hanwha memiliki kepemilikan saham di pasar utama mata uang kripto Korea Selatan.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.331,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,22 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia nak 38,30 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 7.698,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Singapura, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Thailand, Vietnam, dan Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 57,32 poin, atau sekitar 1,94 persen, menjadi 3.015,17. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 25,41 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 16.511,44.