Ekspor Panel Kayu Lesu, Laba DSNG Turun 30 Persen di Tahun 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (IDX: DSNG) membukukan laba bersih sebesar Rp839,8 miliar pada tahun 2023, atau turun 30,4 persen dibanding tahun 2022 yang terbilang Rp1,206 triliun.

Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke level Rp79,23 per lembar pada akhir tahun 2023, sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp113,86 per helai.

Presiden Direktur DSNG, Andrianto Oetomo menyampaikan laba terkoreksi 30 persen secara tahunan dibandingkan laba tahun sebelumnya senilai Rp 1,2 triliun.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya beban pokok penjualan akibat meningkatnya harga pupuk untuk segmen kelapa sawit dan menurunnya volume penjualan serta harga rata-rata penjualan segmen kayu.

Sehingga mencatatkan EBITDA sebesar Rp 2,4 triliun pada tahun buku 2023.

“Tahun 2023 beban pokok penjualan naik sekitar Rp 455 miliar, atau meningkat 7 oersen dibandingkan tahun 2022 yang disebabkan naiknya harga pupuk. Akibatnya, laba Perseroan terkoreksi cukup signifikan walaupun volume penjualan dan harga rata-rata penjualan CPO (Average Selling Price/ASP) meningkat masing-masing 4 persen dan 1,9 persen secara tahunan,” terang Oetomo dalam keterangan resmi, Rabu (28/2/2024).

Selain alasan tersebut, total penjualan DSNG sepanjang tahun 2023 juga menyusut 1,4 persen secara tahunan menjadi Rp9,498 triliun.

Pasalnya, nilai ekpsor turun 25,1 persen secara tahunan menjadi Rp1,097 triliun pada tahun 2023.

Tapi penjualan ke pasar dalam negeri tumbuh 2,8 persen secara tahunan menjadi Rp8,401 triliun.

Lebih jelasnya, Oetomo menjelaskan kelesuan pasar internasional yang dirasakan sejak akhir tahun 2022 masih menjadi tantangan terbesar di sepanjang tahun 2023.

Permintaan yang menurun dari negara-negara tujuan ekspor Perseroan, seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Jepang, terus berlanjut sepanjang tahun 2023 sejalan dengan suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, yang telah berdampak negatif pada pasar properti.

Padahal, segmen produk kayu berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan sebesar 12 persen senilai Rp 1,1 triliun.

Angka ini turun 29 persen secara tahunan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun.

Volume penjualan produk panel dan lantai mengalami penurunan masing-masing sebesar 14 persen dan 34 persen secara tahunan, meskipun volume penjualan per kuartal sepanjang tahun 2023 masih mengalami peningkatan.

“Dengan kondisi pasar produk kayu tahun lalu, Perseroan mendorong agar kinerja finansial produk kayu tetap positif di tengan situasi pasar yang menantang. DSNG berpeluang mangambil alih pasar yang ditinggalkan oleh pemain industri kayu yang sempat mengehentikan produksinya pada tahun lalu,” pungkas Andrianto.