ANALIS MARKET (23/2/2024) : IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (22/2), IHSG ditutup melemah 9,38 poin (-0,13%) ke level 7.339,64.

IHSG melemah seiring sikap wait and see investor di tengah minimnya katalis positif di market.

Investor cenderung mewaspadai rilis data pasar tenaga kerja AS untuk melihat indikasi arah kebijakan moneter The Fed pasca inflasi AS masih belum mencapai targetnya (Jan-24: 3,1% yoy vs target: 2%).

Dari internal, Laporan Neraca Pembayaran Indonesia (Q4-23) tercatat surplus US$8,6 miliar, meningkat signifikan dibandingkan defisit US$1,5 miliar (Q3-23).

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+1,18%), S&P 500 (+2,11%), dan Nasdaq (+2,96%).

Indeks saham utama Wall Street ditutup menguat tajam pada hari Kamis, didukung oleh AI yang memicu optimisme menyusul laba raksasa chip Nvidia yang optimis.

Nvidia melonjak +16,4% menjadi $785,38, mendorong kapitalisasi pasarnya melampaui $1,9 triliun setelah melampaui ekspektasi kuartalan.

Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap AI dan permintaan akan chip khususnya.

Akibatnya, produsen chip lainnya, seperti Advanced Micro Devices (+10,6%), Qualcomm (+1,8%), dan Micron (+5,4%) kompak menguat.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed. Investor hari ini akan menantikan rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia (Jan-24),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (23/2).