Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Rabu (21/2/2024) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami pelemahan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 48,44 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 38.612,24. Indeks S&P 500 meningkat 6,29 poin, atau sekitar 0,13 persen,  menjadi 4.981,80. Indeks komposit Nasdaq turun 49,91 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 15.580,87.

Indeks komposit Nasdaq tertekan peningkatan imbal hasil obligasi AS setelah nota pertemuan Federal Reserve Januari menunjukkan keengganan para pejabat The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Para pelaku pasar kini meyakini The Fed hanya akan memangkas 91,5 basis poin suku bunga, dari sebelumnya 150 basis poin pada awal tahun ini.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Maret 2024 naik 0,1 persen menjadi US$2.041,3 per ons. Indeks dolar AS turun 0,06 persen menjadi 104,01.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,2 persen, seiring merosotnya saham sektor kesehatan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 56,70 poin, atau sekitar 0,73 persen, menjadi 7.662,51. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 49,69 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 17.118,12.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 69 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 10.107,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 16,87 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 7.812,09.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2633 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1683 euro per pound.