Investor Pasif Cenderung Raih Pertumbuhan Cuan Usai Krisis

foto : dok. Pasardana.id

Pasardana.id  Investor pada tahun 2023 cenderung memilih produk investasi pasif secara global yang terdiri dari Reksa Dana Indeks dan ETF, karena cenderung lebih cepat tumbuh setelah melewati krisis.

Buktinya, telah terhimpun dana kelolaan senilai USD7,2 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan USD0,9 triliun untuk pengelolaan dana investasi secara aktif.

Seperti diketahui, investasi pasif merupakan strategi investasi investor atau manajer investasi untuk tidak secara aktif mencoba mengalahkan pasar atau indeks, melainkan mencoba mencerminkan kinerja pasar secara keseluruhan atau indeks tertentu.

Contoh umum dari investasi pasif adalah Reksa Dana Indeks.

Sebagai bentuk reksa dana yang dirancang untuk mereplikasi kinerja indeks tertentu, jenis Reksa Dana ini tidak terlalu banyak melibatkan keputusan aktif dalam pemilihan saham atau obligasi.

Sebaliknya, tujuannya adalah mencerminkan atau mengikuti perubahan kinerja indeks acuan.

Direktur PT Insight Investments Management (Insight IM), Ria Meristika Warganda menyatakan, bahwa tren peningkatan dana kelolaan investasi pasif secara global terus meningkat.

“Investasi pasif ini memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya kian diminati. Mulai dari biaya manajemen yang cenderung rendah, kinerja yang cenderung konsisten dengan indeks, pendekatan yang cenderung lebih sederhana dan mudah dipahami, serta cocok untuk investor dengan tujuan jangka panjang. Reksa Dana Indeks yang dikelola secara pasif dapat menjadi alternatif investasi untuk mengungguli IHSG,” tutur Ria seperti dilansir dalam siaran pers, Selasa (20/2).  

Selanjutnya, kata Ria, dalam memilih produk Reksa Dana Indeks penting bagi investor untuk mempertimbangkan beberapa aspek.

“Ketika investor memilih investasi pasif melalui reksa dana indeks, sangat penting untuk memilih produk reksa dana yang memiliki kinerja historikal yang unggul, memiliki track record kemampuan recovery pasca krisis, serta potensi return yang baik ke depannya. Terlebih lagi, investor bisa turut mempertimbangkan added value yang dimiliki,” jelas Ria.

Lebih jauh, dia menilai, Investasi pasif ini memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya kian diminati.

Mulai dari biaya manajemen yang cenderung rendah, kinerja yang cenderung konsisten dengan indeks, pendekatan yang cenderung lebih sederhana dan mudah dipahami, serta cocok untuk investor dengan tujuan jangka panjang.

“Reksa Dana Indeks yang dikelola secara pasif dapat menjadi alternatif investasi untuk mengungguli IHSG,” tutur Ria

Lebih lanjut Ria menyampaikan, bahwa saat ini para investor, terutama dari kalangan generasi milenial dan Z, semakin peduli dengan investasi yang memiliki added value berupa dampak sosial dan lingkungan atau memenuhi prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).

Insight IM telah merespon tren ini dengan mengenalkan produk Reksa Dana Indeks Insight SRI-KEHATI Likuid.

Untuk diketahui, Indeks Socially Responsible Investment SRI–KEHATI dibentuk dengan referensi Principle for Responsible Investment (PRI) dari United Nations (PBB).

Indeks SRI-KEHATI melakukan seleksi atas emiten-emiten saham dengan berbasis pada prinsip SRI (Socially Responsible Investment) dan ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Reksa Dana Insight SRI-KEHATI Likuid bisa menjadi pilihan bagi investor yang tertarik untuk memilih investasi dengan basis prinsip ESG dan dengan strategi pasif. Reksa dana ini memiliki performa historis mengungguli indeks saham lainnya seperti MSCI Indonesia, LQ45, dan IDX30 dalam periode 1, 3, dan 5 tahun,” tutur Ria

Selain itu, kata dia, Reksa Dana Insight SRI-KEHATI Likuid juga memiliki kemampuan pemulihan pasca krisis yang lebih baik dibandingkan dengan IHSG dan indeks SRI-KEHATI sendiri.

“Sejak peluncurannya, Reksa Dana Insight SRI-KEHATI Likuid mengalami 2 kali periode krisis, yakni pada 2018 dan 2020. Terbukti, kinerja produk reksa dana ini tercatat lebih unggul dibandingkan IHSG 1 dan 3 tahun pasca titik terendahnya,” pungkas Ria.