Wall Street dalam Tekanan Jelang Pertemuan The Fed

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berada dalam tekanan pada Senin (18/9/2023) dipicu kehati-hatian para investor jelang berlangsungnya pertemuan kebijakan Federal Reserve.

Ketiga indeks utama perdagangan saham di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir datar.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average hanya bergerak naik 6,06 poin menjadi 34.624,30. Indeks S&P 500 hanya meningkat 3,21 poin menjadi 4.453,53. Indeks komposit Nasdaq hanya menguat 1,90 poin menjadi 13.710,24.

The Fed diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga dalam pertemuan dua hari yang berakhir Rabu (20/9/2023). Pernyataan pimpinan The Fed Jerome Powell akan berpengaruh besar terhadap pergerakan saham di Wall Street selanjutnya.

Menurut instrumen FedWatch CME Group, peluang dipertahankannya suku bunga pada Rabu mencapai 99 persen, sedangkan pada pertemuan November mendatang kini mencapai 69 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2023 naik 0,4 persen menjadi US$1.953,40 per ons. Indeks dolar AS turun 0,3 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,1 persen, dipicu penurunan saham sektor perbankan dan kesehatan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 58,44 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 7.652,94. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 166,41 poin, atau sekitar 1,05 persen, menjadi 15.727,12.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 67,60 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 9.482,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, merosot 102,68 poin, atau sekitar 1,39 persen, menjadi 7.276,14.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2372 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1587 euro per pound.