Gelar Ratas, Jokowi Bahas Restrukturisasi Kredit Macet UMKM

Foto : Biro Pers Sekretariat Presiden

Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pembahasan mengenai penghapusan kredit macet UMKM dari restrukturisasi Covid - 19.

Hal tersebut disampaikan, setelah dirinya menghadiri rapat terbatas terkait restrukturisasi kredit UMKM, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7).

"Pertama, tadi kita bahas mengenai restrukturisasi UMKM, terkait dengan restrukturisasi terkait kredit, termasuk penghapusbukuan dan tagihan. Perundangannya semua siap. Undang-Undangnya siap," kata Airlangga, saat memberikan keterangan pers.

Disampaikan Menko Airlangga, untuk dapat mengajukan penghapusan pembukuan dan tagihan, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi UMKM. 

Pertama, piutang macet harus direstrukturisasi terlebih dahulu. Apabila tetap tidak tertagih, maka bisa dihapus pembukuan kredit dan tagihannya.

"Ini ada persyaratan ketentuan, yaitu pertama, piutang macet restrukturisasi dulu. Setelah penagihan optimal restrukturisasi tetap tidak tertagih, nah itu dihapusbukukan atau dihapustagih dan ini (jadi) kerugian perbankan," jelas Airlangga.

Mengacu PP Nomor 110 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Daerah Perwakilan Rakyat Daerah, penghapusan kredit untuk UMKM tidak boleh lebih dari Rp350 juta.

"Penghapusan itu tidak lebih dari Rp350 juta. Karena tentu KUR itu sudah Rp 500 juta. Jadi kita minta plafon dinaikkan di KUR. Untuk itu perlu kriteria, itu akan dibahas dalam satu dua minggu ke depan, nanti akan diturunkan PP turunan dari PPSK," jelasnya.

Selain penghapusan pembukuan kredit dan tagihan, Airlangga juga mengatakan, dalam rapat tersebut juga dibahas perpajakan UMKM.