TLKM Dorong Ekonomi Digital Melalui Program Business Matching PaDi UMKM

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom, IDX: TLKM) secara berkelanjutan mendorong terciptanya ekonomi digital Indonesia melalui pelaksanaan program Business Matching PaDi UMKM di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Hal itu merupakan kali ketiga business matching dilaksanakan dengan total transaksi antara UMKM dan BUMN mencapai lebih dari 2.100 transaksi.

“Melalui PaDI UMKM, Telkom berusaha mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi. Kegiatan Business Matching telah meningkatkan transaksi yang signifikan bagi para pelaku UMKM di Indonesia dan juga memberikan banyak manfaat lainnya,” ujar Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business Telkom, seperti dilansir dari siaran pers, Jumat (9/6/2023).

Adapun pelaksanaan program business matching tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, di mana pemerintah mengimbau BUMN untuk mengalokasikan sedikitnya 40% dari anggaran belanja barang/jasa kepada para pelaku UMKM di dalam negeri untuk membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh UMKM. 

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengungkapkan, BUMN berkomitmen untuk mendukung implementasi atas Instruksi Presiden yang mendorong kementerian, lembaga, termasuk BUMN untuk bangga, belanja, dan menggunakan produk lokal termasuk produk-produk UMKM.

"Kegiatan business matching PaDi UMKM dapat mendorong kemajuan ekonomi UMKM lokal khususnya wilayah Jawa Timur dengan adanya transaksi dari BUMN,” tutur Loto.

Melalui program yang mempertemukan pelaku UMKM dan BUMN tersebut, Telkom berkomitmen untuk selalu mendukung peningkatan kualitas UMKM sebagai salah satu fondasi perekonomian Indonesia.

Pada kesempatan business matching itu, omzet UMKM di Jawa Timur mencatatkan kenaikan hingga lebih dari Rp66 miliar dalam waktu sehari. 

Sejak awal terbentuknya PaDi UMKM di tahun 2020 hingga saat ini, GMV (Gross Merchandise Value) PaDi UMKM mencapai nilai total Rp7,3 triliun dengan total 319 ribu transaksi.

Khusus di tahun 2022, total GMV PaDi UMKM tercatat lebih dari Rp3,7 triliun.

Angka tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan GMV Rp1,5 triliun pada 2021 dan GMV Rp171 miliar pada 2020.

Selain itu, saat ini terdapat sekitar 6 ribu UMKM dan 42 BUMN yang telah tergabung ke dalam platform PaDi UMKM dengan total GMV mencapai Rp1,1 triliun dari 33 ribu transaksi.

Dengan pertumbuhan transaksi yang signifikan, manfaat yang diberikan melalui Business Matching telah dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM di Indonesia.

Manager Marketing PT Usaha Yekapepe, Budi Setiawan menyampaikan, sejak perusahaannya bergabung dengan PaDi UMKM di akhir tahun 2021, UMKM tempatnya bernaung sudah mendapatkan omzet lebih dari Rp7 miliar, yang berasal dari transaksi dengan BUMN.

“Kami sangat terbantu sekali, PaDi UMKM membuat kami jadi lebih banyak dikenal oleh BUMN. Platform PaDi UMKM juga user friendly karena mudah digunakan,” jelas Budi.

Tidak hanya PaDi UMKM, Telkom melalui Leap-Telkom Digital (Leap) menghadirkan produk dan layanan digital terbaik untuk mendukung terwujudnya ekosistem digital Indonesia, demi terciptanya Indonesia yang lebih baik.