FREN Masih Defisit Rp24,9 Triliun Pada Tahun 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Smarfren Telecom Tbk (IDX: FREN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,064 triliun pada tahun 2022, atau membaik dibanding tahun 2021 yang tercatat rugi bersih sebesar Rp435,32 miliar.

Hasil itu membuat FREN menuliskan laba per saham dasar ke level Rp3,35 per lembar.

Dampak lainnya, defisit menyusut 4,2 persen menjadi Rp24,956 triliun.

Jika dirunut pendapatan usaha tumbuh 7,1 persen menjadi Rp11,202 triliun yang ditopang peningkatan data sebesar 3,5 persen menjadi Rp9,949 triliun.

Pendapatan lain-lain melonjak 74,2 persen menjadi Rp643,68 miliar.

Demikian juga dengan pendapatan interkoneksi yang naik 68,5 persen menjadi Rp322,26 miliar.

Lalu, pendapatan selain data tumbuh tipis 1,05 persen menjadi Rp287,38 miliar.

Walau beban usaha membengkak 3,6 persen menjadi Rp10,579 triliun.  

Tapi laba usaha tetap naik 152,2 persen menjadi Rp623,12 miliar.

Menariknya, FREN membukukan keuntungan dari investasi saham sebesar Rp1,642 triliun, atau terbang 1291 persen dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp118,73 miliar.

Hal itu berasal dari investasi pada PT Mora Telematika Indonesia Tbk (IDX: MORA) dengan nilai wajar Rp851,69 miliar.

Alhasil, laba sebelum pajak mencapai Rp1,076 triliun, atau membaik dibanding tahun 2023 yang tercatat rugi sebesar Rp566,28 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit emiten telekomunikasi itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/3/2023).

Sementara itu, total kewajiban bertambah 0,009 persen menjadi Rp30,732 triliun.

Pada sisi lain, jumlah ekuitas meningkat 24,6 persen menjadi Rp15,769 triliun.