ANALIS MARKET (01/12/2023) : IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (30/11), IHSG ditutup menguat 0,63% ke level 7.080,74.

Pemain asing mencatatkan net sell sebesar Rp 269,52 miliar (seluruh pasar) dan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 138,92 miliar (pasar RG).

Saham yang masuk dalam 5 besar net buy asing adalah BBCA (130.2B), AMMN (129.3B), GOTO (124.1B), BBRI (118.0B), & ASII (113.7B).

Sementara itu, 5 besar saham yang mencatat net seller asing adalah INCO (447,6 miliar), INDF (102,4 miliar), BUMI (81,4M), BBNI (79,3M), KLBF (77,5M).

Indeks utama Wall Street ditutup beragam (DJI +1.47%, GSPC +0,38%, IXIC -0,23%).

EIDO ditutup naik 0,35%.

Mendinginnya data PCE memicu ekspektasi bahwa The Federal berpotensi menyelesaikan siklus pengetatannya menandakan penurunan suku bunga pada musim semi 2024.

Sementara itu, diperdagangan kemarin (30/11), secara teknikal analis, IHSG ditutup menguat dengan candle bullish.

Indeks jangka pendek masih dalam kondisi uptrend.

Indikator dari stochastic bullish, histogram MACD bergerak positif (garis bullish) dan volume meningkat.

Jika bergerak bearish lagi, IHSG diperkirakan akan kembali melemah hingga ke kisaran support dari 7.021 – 7.046.

Jika IHSG mampu bergerak bullish, IHSG berpeluang tembus resistan 7.109 – 7.113.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih berpeluang terus menguat hingga ke resistance terdekat. Pagi hari indeks PMI manufaktur dirilis yang berhasil meningkat menjadi 51,7 dibandingkan dengan sebelumnya di 51,5. Hari ini, ada rilis data inflasi periode November, yaitu diperkirakan akan meningkat (Sebelumnya 2,56% vs Awal 2,7%),” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Jumat (01/12).