ANALIS MARKET (29/11/2023) : IHSG Berpotensi Sideways Dikisaran 7000 - 7080

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup naik 0.39% diperdagangan kemarin (28/11), dan disertai dengan net buy asing sebesar Rp 44 miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BBRI, MDKA, BRIS, dan TLKM.

Sementara itu, Wall Street mengalami penguatan.

Kemarin (28/11), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,24%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,10%, sementara indeks Nasdaq juga menguat sebesar 0,29%. Komentar dari pejabat Federal Reserve menimbulkan harapan bahwa bank sentral tersebut mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut. Boeing memimpin kenaikan Dow Jones dengan menguat 1,5%, sementara Nike dan Walmart masing-masing naik 0,8% dan 1,2%. S&P 500 didukung oleh kenaikan Newmont Corporation dan Synchrony Financial yang masing-masing menguat 6,6% dan 5,1%.

Di sisi lain, Bursa Asia Pasifik mengalami penguatan.

Kemarin (28/11), sebagian besar bursa di kawasan regional Asia Pasifik mencatat kenaikan. Di antara yang menguat cukup signifikan adalah Shenzen Index, Kospi dan TSEC Weighted Index, sementara di sisi lain Hang Seng melemah cukup dalam. Taiwan melaporkan pertumbuhan ekonomi 3Q23 sebesar 2,32% YoY, sesuai dengan perkiraan. Business confidence Korea Selatan per November 2023 sebesar 70. Hari ini Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memutuskan tingkat suku bunga Selandia Baru yang diperkirakan tetap di posisi 5,5%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (29/11), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, “Hari ini IHSG berpotensi sideways di kisaran 7000-7080. Level support IHSG berada di 6980-7000 dan level resist IHSG berada di 7050-7080.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Rabu (29/11), yaitu; BMRI, ASII, BREN, INCO, AKRA, dan ADMR.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

1.BMRI: Spec Buy

Support di 5825, cutloss jika break di bawah 5775.

Jika tidak break di bawah 5825, potensi naik ke 5950-6000 short term.

2.ASII: Buy on Weakness

Support di 5450, cutloss jika break di bawah 5375.

Jika tidak break di bawah 5450, potensi naik ke 5600-5700 short term.

3.BREN: Buy if Break 6350

Resistance di 6400-6800.

Support di 6000, cutloss jika break di bawah 5900.

4.INCO: Spec Buy

Support di 4380, cutloss jika break di bawah 4300.

Jika tidak break di bawah 4300, potensi naik ke 4460-4530 short term.

5.AKRA: Spec Buy

support di 1420, cutloss jika break di bawah 1400.

Jika tidak break di bawah 1200, potensi naik ke 1300-1340 short term.

6.ADMR: Spec Buy

Support di 1240, cutloss jika break di bawah 1200.

Jika tidak break di bawah 1240, potensi naik ke 1280-1330 short term.