ANALIS MARKET (22/11/2023) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (21/11), IHSG ditutup melemah 33,09 poin (-0,47%) ke level 6.961,79.

IHSG melemah seiring pelemahan rupiah sebesar 0,11% terhadap dollar AS dan net foreign sell sebesar Rp338,26 miliar.

Dari eksternal, investor akan mencermati rilis data Penjualan Rumah Lama AS (Okt-23) dan risalah rapat FOMC.

Dari internal, data Neraca Pembayaran Indonesia (Q3-2023) tercatat defisit US$1,5 miliar, lebih rendah dibandingkan defisit US$7,4 miliar (Q2-23), ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan dan transaksi modal dan finansial yang membaik.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,18%), S&P 500 (-0,20%), dan Nasdaq (- 0,59%).

Pelemahan tersebut seiring rilis risalah FOMC, dimana para anggota menyatakan sikap hati-hati terhadap kenaikan suku bunga di masa depan.

Saham Lowe turun -3,1% setelah merevisi panduan penjualan dan pendapatan setahun penuh.

Kohl's turun -8,5% karena penurunan penjualan kuartalan yang lebih besar dari perkiraan, sementara Best Buy kehilangan - 0,7% menyusul penurunan penjualan yang dilaporkan.

Kemudian, NVIDIA berakhir -0,9% lebih rendah, karena investor menunggu petunjuk mengenai kemajuannya dalam mengurangi kendala pasokan untuk memenuhi peningkatan permintaan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Investor hari ini akan mencermati rilis hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung 22- 23 November 2023,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (22/11).