Bisnis Model Makin Solid, Laba Bersih ASLC Melonjak 389 Persen YoY

Foto : (Kiri-Kanan) Debora Debianti Sugiharto - Direktur, Jany Candra - Direktur Utama, Armeza Farhansyah Umar - Direktur dan Kazuhiro Shioyama - Direktur (dok. ASLC)

Pasardana.id - Emiten yang bergerak di bidang usaha jasa lelang dan perdagangan kendaraan bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (IDX: ASLC) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 16,15 miliar pada periode sembilan bulan di tahun 2023 ini.

Perseroan sukses membalikkan keadaan dari rugi sebesar Rp 5,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya berkat keberhasilan dalam membangun bisnis model yang semakin solid.

Ekosistem bisnis perdagangan dan jasa lelang kendaraan bekas ASLC sendiri menjadi semakin kuat dengan telah beroperasinya bisnis gadai pada semester II tahun ini.

Didukung ekspansi gencar yang terus dilakukan secara konsisten, pada periode Januari-September 2023 ini, Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp453,50 miliar, atau meningkat 47% YoY dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp308,21 miliar.

Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp319,89 miliar, atau meningkat dari Rp211,62 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode ini, penjualan kendaraan bekas melalui Caroline.id, dealer mobil bekas bergaransi, masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan Perseroan, yaitu sebesar Rp308,80 miliar, atau meningkat dari Rp204,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan pendapatan dari administrasi lelang tercatat sebesar Rp82,91 miliar, naik dari Rp47,70 miliar.

Dan pendapatan dari fee lelang tercatat sebesar Rp61,73 miliar, naik dari Rp56,34 miliar.

Sementara itu, usaha baru Perseroan di bidang pegadaian yang izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja didapat pada tanggal 12 Juni 2023 lalu, telah memulai operasinya di Juli 2023.

Lebih lanjut, Perseroan juga terus menjaga rasio keuangan yang sehat dengan rasio lancar sebesar 4.0x.

“Kami optimis ASLC akan mencapai pertumbuhan double digit di tahun 2023 ini seiring dengan membaiknya kondisi industri kedua bisnis utama kami, yaitu Caroline.id dan JBA. Pada bisnis ritel Caroline.id, sebagai revenue driver Perseroan, akan terus kami tingkatkan optimalisasi dari setiap showroom yang ada, dengan fokus utama di market Jabodetabek. Sementara untuk bisnis JBA sebagai profit driver, juga sudah mulai pulih ke level pre-Covid, baik dari sisi supply dan demand yang terus meningkat setiap kuartalnya di tahun 2023 ini. Secara keseluruhan, kedepannya kita targetkan untuk memiliki bisnis model yang dapat bertumbuh secara sustainable,” kata Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra dalam keterangan pers, Jumat (27/10).

Seperti diketahui, kondisi industri mobil bekas semakin baik di periode sembilan bulan tahun 2023 ini.

Pasar mobil bekas di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan mobil baru, saat ini belum ada pemain yang benar-benar terintegrasi dengan ekosistem seperti ASLC. Sebagai keunggulannya dari sisi tata kelola, saat ini ASLC merupakan satu-satunya perusahaan di ekosistem kendaraan bekas yang terbuka dan terdaftar di bursa.

Di sisi lain, bisnis JBA sebagai lelang terbesar di Indonesia juga terus membaik seiring di dorong oleh beberapa factor, seperti; penyaluran pinjaman oleh leasing company yang sudah mulai meningkat kembali ke tingkat pra-pandemi, penjualan mobil baru juga sudah mulai meningkat, dan harga mobil bekas juga mulai stabil.