Kemenparekraf Targetkan Kunjungan Wisman 2023 Capai 7,4 Juta Orang

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun 2023 menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3,4 juta - 7,4 juta orang.

Sementara itu, mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar hingga 1,4 miliar pergerakan.

Berdasarkan catatan Kemenparekraf, peringkat RI di Travel and Tourism Development Index berada di ranking 29-34.

Sedangkan tenaga kerja pariwisata mencapai 21,93 juta orang dan target tenaga kerja ekonomi kreatif (ekraf) sebesar 22,59 juta orang.

Sementara itu, untuk nilai devisa sektor pariwisata ditargetkan mencapai 2,07 - 5,95 miliar dolar AS.

Dimana kontribusi PDB pariwisata mencapai 4,1 persen.

Sedangkan nilai ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) mencapai 26,46 miliar dolar AS, serta nilai tambah ekraf mencapai Rp 1.279 triliun.  

Penjelasan diatas disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyebut, bahwa kunjungan wisman ke Turki hingga Desember 2022 lalu telah mencapai 50 juta wisman.

Capaian tersebut dinilainya sangat jauh berbeda dibandingkan Indonesia yang hingga November 2022 baru mencapai 4,58 juta wisman.

"Turki itu mereka Desember 2022 sudah hampir 50 juta turis. Ini angka yang dibanding kita jauh sekali. Ini luar biasa. Tapi okelah, kita harus tetap berjuang perbaiki bagaimana meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Sandiaga menjelaskan sejumlah fakta soal penilaian tentang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Indonesia, yang masih kalah jauh dengan Turki.

Kata dia, hal tersebut dikarenakan faktor terkait infrastruktur pendukung dan akses masuk.

Menurut Sandiaga, Turki telah melakukan upaya luar biasa untuk mendukung sektor pariwisata, salah satunya dengan membangun infrastruktur dasar berupa bandar udara.

"Saya menggarisbawahi, Turki itu bisa mencapai 50 juta (kunjungan wisman) tentunya bukan dalam waktu yang singkat, tapi mereka berinvestasi secara luar biasa, dimulai dari infrastruktur dasar seperti airport," katanya.

Lebih lanjut, sambung Sandiaga, Turki merupakan negara yang bisa diakses dengan mudah melalui jalur darat. Terlebih posisinya yang terletak di antara benua Asia dan Eropa.

"Turki ini juga bisa dijangkau dengan jalan darat, sementara kita yang bisa jalan darat ini hanya Timor Leste dan Malaysia dan itu terbatas," katanya.

Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, bahwa pemerintah terus mendorong pariwisata yang berkualitas.

Ia mengatakan, angka target kunjungan wisman yang telah dicapai pemerintah tidak asal hitung, melainkan dihitung dengan berbagai basis data.

"Berkaitan dengan penghitungan wisatawan mancanegara, BPS menggunakan beberapa data poin, yaitu data imigrasi by nationality dan pintu masuk utama wisatawan mancanegara reguler itu di Ngurah Rai, Soekarno-Hatta dan Kepri, itu jumlahnya ada 72,3 persen. Sementara wisatawan mancanegara yang dihitung menggunakan metode mobile positioning data (MPD) mencakup 27,7 persen," katanya.

Sandiaga Uno mengatakan, dari perhitungan tersebut, diketahui bahwa spending atau pengeluaran wisatawan asing reguler, yaitu wisatawan di wilayah perbatasan, ternyata terus meningkat khususnya setelah pandemi.

BPS mencatat, rata-rata spending wisman reguler itu mencapai 150 dolar AS per kunjungan per orang, namun melonjak selepas pandemi.

"Oleh karena itu, devisa pariwisata melonjak tajam jadi 2.165 dolar AS per visit per pax. Mungkin quality tourism yang kita ingin capai, bisa kita lakukan jika lama tinggal dari wisatawan itu bisa ditambah dan quality spending-nya," pungkasnya.