ANALIS MARKET (25/1/2023) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (24/1), IHSG ditutup melemah 14,07 poin (-0,20%) ke level 6.860,85.

IHSG melemah disebabkan oleh aksi profit taking oleh investor pasca penguatan sepekan terakhir.

Di sisi lain, Investor semakin optimis bahwa The Fed akan mulai mengendurkan kebijakan moneternya pada rapat FOMC pada 31 Januari - 1 Februari 2023 mendatang.

Polling CME Group Data menunjukkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga 25 bps kini mengarah 100%.

Sementara itu, Wall Street tadi malam (24/1) ditutup variatif, tercermin dari DJIA (+0,31%), S&P 500 (-0,07%), dan Nasdaq (- 0,27%).

Investor mencerna sejumlah data ekonomi dan rilis pendapatan emiten seiring masih adanya kekhawatiran terkait resesi.

Data PMI flash terbaru dari AS menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di seluruh manufaktur dan jasa tetap di bawah level ekspansifnya, sehingga memberikan dampak pengetatan kondisi keuangan terhadap pertumbuhan dan memperkuat perkiraan bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju pengetatan kebijakan moneternya.

Di sisi korporasi, konglomerat industri 3M anjlok lebih dari 6,2% setelah melaporkan penurunan laba, sementara General Electric naik 1,1% setelah raksasa industri itu membukukan hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi.

Sementara itu, Johnson & Johnson sedikit merah setelah melaporkan penurunan pendapatan sebesar 25% dan penurunan penjualan untuk Q4 karena permintaan vaksin Covid-19 turun.

“Menyikapi beragam sentiment tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan pasca kenaikan yang cukup signifikan pada pekan sebelumnya,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (25/1).