Indeks Kospi Naik 0,63 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 14,92 poin, atau sekitar 0,63 persen, pada Jumat (20/1/2023), menjadi 2.395,26.

Volume perdagangan tipis hanya mencapai 295,3 juta saham senilai 4,96 triliun won atau sekitar US$4,01 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 568 berbanding 254.

Angka indeks terdongkrak penguatan saham perusahaan teknologi dan baja seiring mencuatnya ekspektasi permintaan dari Tiongkok.

“Pelonggaran aturan pembatasa sosial di Tiongkok memicu pembelian saham oleh investor asing, terutama saham sektor teknologi,” jelas Kim Jee-Hyun, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 230,7 miliar won dan 8,34 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 245,2 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,5 persen, sedangkan saham SK Hynix melambung 2,5 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution meningkat 3 persen. Saham perusahaan baja POSCO Holdings melonjak 2,7 persen.

Saham perusahaan farmasi SK Bioscience terjun 3,8 persen. Saham Celltrion turun 0,9 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 3,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.235,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 16,90 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 7.452,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Singapura menguat, sedangkan Bursa Thailand dan Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 22,05 poin, atau sekitar 0,68 persen, menjadi 3.262,33. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 393,67 poin, atau sekitar 1,82 persen, menjadi 22.044,65.