Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (17/1/2023) dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones merosot 391,76 poin, atau sekitar 1,14 persen, menjadi 33.910,85. Indeks S&P 500 melemah 8,12 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 3.990,97. Indeks komposit Nasdaq naik 15,96 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 11.095,11.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 turun setelah saham Goldman Sachs terjun 6,44 persen dipicu penurunan perolehan laba pada kuartal akhir 2022. Indeks komposit Nasdaq meningkat usai saham Tesla Inc melambung 7,43 persen berkat keberhasilan perusahaan manufaktur mobil elektrik tersebut mencatatkan peningkatan penjualan ritel di Tiongkok.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2023 turun 0,6 persen menjadi US$1.909,9 per ons. Indeks dolar AS naik 0,2 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,4 persen, seiring meningkatnya saham sektor pertambangan dan F&B.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 9,04 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 7.851,03. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 53,03 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 15.187,07.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, naik 13,60 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 8.884,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 33,85 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 7.077,16.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2211 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1294 euro per pound.