Indeks Kospi Turun 0,71 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 15,44 poin, atau sekitar 0,71 persen, pada Jumat (30/9/2022), menjadi 2.155,49 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 10 Juli 2020.

Volume perdagangan moderat mencapai 933 juta saham senilai 7,8 triliun won atau sekitar US$5,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 561 berbanding 321.

Seperti dilansir Yonhap News, indeks Kospi turun mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu mencuatnya kekhawatiran resesi.

Investor ritel melepas saham senilai 281 miliar won, sedangkan investor institusi dan asing masing-masing meraup saham senilai 109 miliar won dan 163 miliar won.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing terjun 2,75 persen dan 3,49 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solutions dan LG Chem masing-masing anjlok 3,07 persen dan 2,01 persen.

Saham persahaan biofarmasi Samsung BioLogics melemah 0,74 persen. Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 0,95 persen dan 2,85 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 8,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.430,2 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 80,80 poin, atau sekitar 1,23 persen, menjadi 6.474,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Malaysia dan Thailand menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 16,82 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 3.024,39. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 56,96 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 17.222,83.