ANALIS MARKET (08/8/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (05/8), IHSG ditutup menguat 27,30 poin (+0,39%) ke level 7.084,65. IHSG berhasil melanjutkan penguatan didorong oleh sentimen positif rilis PDB Indonesia (Q2-22) tercatat tumbuh 5,44% yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan 5,01% (Q1-22), dan di atas konsensus pasar yang berada di level 5,17%. Kontribusi terbesar PDB Indonesia masih disumbang dari Pulau Jawa sebesar 56,55%, Sumatera 22,03%, dan Kalimantan 9,09%.

Di sisi lain, rilis Statistik Cadangan Devisa Indonesia (Juli-22) tetap tinggi sebesar US$132,2 miliar, meskipun menurun dibandingkan posisi US$136,4 miliar (Jun-22).

Penurunan posisi Cadev (Juli-22) antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu (05/8) ditutup variatif setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan kenaikan gaji dan pertumbuhan upah yang lebih besar dari perkiraan, yang akan membuat The Fed secara agresif mengetatkan moneter. Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa ekonomi AS menambahkan 528 ribu gaji (Juli-22), jauh di atas ekspektasi Wall Street.

Saham bank dan energi naik, sementara Tesla dan perusahaan teknologi lainnya merosot.

Fokus sekarang beralih ke data inflasi yang akan dirilis minggu depan, dengan harga konsumen tahunan AS diperkirakan akan naik sebesar 8,7% (Juli-22) setelah lonjakan 9,1% (Juni-22).

DJIA (+0,23%), S&P 500 (-0,16%), dan Nasdaq (-0,50%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed. Pelaku pasar hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia (Juli-22),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (08/8/2022).