Indeks Kospi Melonjak 1,22 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 29,81 poin, atau sekitar 1,22 persen, pada Kamis (25/8/2022), menjadi 2.477,26.

Volume perdagangan moderat mencapai 410,32 juta saham senilai 7,06 triliun won atau sekitar US$5,29 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 708 berbanding 150.

Angka indeks melonjak setelah Bank of Korea (BOK) meningkatkan suku bunga sebesar 0,25 persen menjadi 2,5 persen dalam upaya menahan laju inflasi. Peningkatan suku bunga yang dilakukan merupakan yang ketujuh sejak Agustus tahun lalu.

“Peningkatan suku bunga BOK dan stabilisasi nilai tukar won memberikan sentimen positif ke pasar modal,” kata Park Kwang-Nam, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Perhatian para investor selanjutnya tertuju kepada pertemuan tahunan Federal Reserve Amerika Serikat yang berlangsung di Jackson Hole, Wyoming. Pimpinan The Fed Jerome Powell dijadwalkan memberikan pidato dalam pertemuan tersebut.

Investor institusi dan asing total meraup saham senilai 161,41 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 180,15 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 1,19 persen dan 0,97 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem naik 0,33 persen, sedangkan saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution melonjak 1,77 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics melambung 2,05 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing menanjak 1,24 persen dan 1,6 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 6,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.335,20 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,7 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia meningkat 50 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 7.048,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 30,06 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 3.245,27. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 699,64 poin, atau sekitar 3,63 persen, menjadi 19.968,38.