Indeks Kospi Turun 0,61 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 15,36 poin, atau sekitar 0,61 persen, pada Jumat (19/8/2022), menjadi 2.492,69.

Volume perdagangan moderat mencapai 437 juta saham senilai 6,6 triliun won atau sekitar US$5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 587 berbanding 263.

Angka indeks turun untuk sesi ketiga beruntun seiring menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap won. “Nilai tukar dolar AS melampaui nilai tukar tertinggi tahun ini 1.320 won hingga memicu aksi jual investor asing,” jelas Lee Jae-Sun, analis Hyundai Motor Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 90 miliar won dan 202 miliar won, sedangkan investor ritel meraup 273 miliar won.

Nilai tukar won terhadap dolar AS turun 5,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.325,9 won per dolar AS.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,98 persen, saham Naver sebaliknya naik 0,73 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao turun 0,8 persen dan 3,16 persen.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,70 poin menjadi 7.114,50. Di Asia Tenggara, indeks utama pergerakan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Filipina dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 19,47 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 3.258,08. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 9,12 poin menjadi 19.773,03.