ANALIS MARKET (16/8/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (15/8), IHSG ditutup melemah 36 poin (-0,50%) ke level 7.093,28.

IHSG melanjutkan pelemahan seiring berlanjutnya profit taking pelaku pasar pasca rally sebulan terakhir.

Di saat yang sama, tensi geopolitik (Rusia-Ukraina, China-Taiwan), tren kenaikan inflasi global, dan pengetatan kebijakan moneter global tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Dari internal, rilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia (Q2 2022) tercatat sebesar US$403,0 miliar, atau turun dari posisi ULN US$412,6 miliar (Q1 2022). Selain itu, rilis Neraca Perdagangan Indonesia (Juli-22) tercatat surplus US$4,22 miliar atau surplus 27 bulan berturut-turut.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat karena pelaku pasar mengabaikan data ekonomi yang suram dari China dan AS dan tetap fokus pada tekanan inflasi yang melambat.

Output industri China, penjualan ritel, dan investasi aset tetap semuanya berada di bawah ekspektasi analis, sementara Aktivitas bisnis di negara bagian New York turun mendekati rekor.

Namun, berita utama yang lebih lemah dari perkiraan dan inflasi inti mendorong untuk mengurangi ekspektasi pengetatan moneter The Fed sehingga memberikan dorongan pada saham.

DJIA (+0,45%), S&P 500 (+0,40%), dan Nasdaq (+0,62%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed. Pelaku pasar hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Harga Properti Residensial Indonesia (Q2-2022),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (16/8/2022).