BIPI Taksir Raup Tambahan EBITDA Senilai USD300 Juta Usai Akuisisi Tambang Batu Bara

Foto : Dok: BIPI

Pasardana.id PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (IDX: BIPI) menaksir dapat membukukan tambahan EBITDA atau laba sebelum bunga, amortisasi, depresiasi dan pajak senilai USD300 juta dari akuisisi PTT Mining Ltd.

Direktur BIPI, Michel Wong menerangkan, taksiran itu berdasarkan data historis kinerja keuangan PTT Mining  dalam beberapa tahun kebelakangan dapat membukukan EBITDA senilai USD123 juta di tahun 2019, USD102 juta pada tahun 2020 dan setara USD166 juta pada tahun 2021.

“Dengan harga batu bara sekarang di atas USD300 per ton, kami taksir dapat meningkat 2 kalinya menjadi USD300 juta,” kata dia dalam temu media, Kamis (11/8/2022).

Ia menerangkan, sumbangan tersebut hanya berasal dari satu anak usaha  PTT Mining Ltd yang bergerak dibidang tambang batu bara, Sakari Resources Ltd.

Sakari Resources memegang konsesi tambang Jembayan, Kalimantan Timur dengan produksi 6 juta ton per tahun.

Selain itu, calon anak usaha itu memiliki tambang Sebuku di Kalimantan Selatan, tapi masih dalam pengembangan.

Hal senada juga berlaku pada konsesi tambang Sakari di Penajam.

“Setelah akuisisi selesai, kami akan genjot produksi Jembayan hingga 7-8 juta ton per tahun,” jelas dia.

Ia berharap, akuisisi ini dapat rampung pada bulan November 2022 sehingga kinerja keuangan PTT Mining dapat dimasukan dalam laporan keuangan perseroan di semester II 2022.

“Dengan masuknya kinerja PTT Mining, maka 80 persen pendapatan kami berasal dari tambang batu bara, dan sisanya dari jasa pertambangan,” jelas dia.