BBTN Incar Dana Tabungan Bisnis Hingga Rp7 Triliun

Foto : Dok. BBTN

Pasardana.id -  PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) mengincar tambahan dana pihak ketiga (DPK) dari produk yang baru diluncurkan 3 bulan lalu, yakni Tabungan BTN Bisnis sebesar Rp5 triliun hingga Rp7 triliun pada akhir tahun.

Direktur Distribution & Funding BBTN, Jasmin mengatakan, untuk mencapai taget itu perseroan gencar memasarkan Tabungan BTN Bisnis dengan menyasar pebisnis dari berbagai segmen dan sektor usaha baik yang berada di industri hulu maupun hilir, misalnya komunitas pedagangan Tanah Abang, Pasar Kenari dan pelaku usaha olahraga serta hobi.

“Sambutannya cukup baik, setelah diluncurkan 3 bulan ini, Tabungan BTN Bisnis telah berhasil mencatatkan Number of Account (NOA) atau jumlah tabungan mencapai 15 ribu rekening. Sementara Value of Account atau VOA sekitar Rp1,5 triliun. Sehingga kami optimis, sampai akhir tahun 2022 dapat terkumpul dana Rp5 triliun - 7 triliun,” kata dia di Jakarta, Kamis (07/7/2022).

Ia melanjutkan, Tabungan BTN Bisnis dapat menunjang aliran transaksi diantara para pedagang dari supplier, pengolah bahan baku maupun penjual di rantai bisnis industri.

“BBTN terus berupaya melakukan pendekatan dengan pengusaha yang berbisnis produk buatan lokal/dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI),” katanya.

Apalagi, menurut Jasmin, pertumbuhan bisnis produk lokal makin diminati dengan kualitas dan produk yang inovatif.

“Pertumbuhan bisnis yang pesat perlu didukung layanan perbankan yang mumpuni dan mendukung transaksi,” katanya.  

Hal tersebut juga menjadi latar belakang BBTN menjadikan Alan Budikusuma dan Susi Susanti - mantan atlet bulutangkis nasional yang kini menjadi pebisnis produk olahraga menjadi model iklan BBTN.

"Alan dan Susi mereprestentasikan pengusaha yang sukses dengan produk lokal yang inovatif dan mampu bersaing dengan produk internasional," kata Jasmin.

Pada kesempatan yang sama, Tabungan BTN Bisnis mengandalkan sejumlah fitur menarik untuk mendukung transaksi bisnis para pengusaha, diantaranya; besaran limit transaksi misalnya nilai transfer antar rekening BTN maupun Bank lain lebih besar.

Selain itu, Tabungan BTN Bisnis masih menerapkan bebas biaya transfer dan administrasi.

“Yang juga istimewa dari Tabungan BTN Bisnis adalah rincian informasi terkait transaksi bisnis yang detail, misalnya mencantumkan identitas pengirim dana dan informasi metode transaksi yang masuk, apakah dengan Qris atau EDC dan sebagainya,” kata Jasmin menambahkan.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, Tabungan BTN Bisnis merupakan inisiatif strategis BBTN untuk peningkatan DPK ritel melalui pengembangan Current Account and Saving Account berbasis transaksional.

“Tabungan BTN Bisnis memberikan kemudahan transaksi kepada segmen pebisnis, seperti; SME, perdagangan, property dan lain-lain, baik secara individu maupun secara institusi, ” kata Nixon.

Dengan Tabungan BTN Bisnis, Nixon berharap, DPK BBTN semakin besar, terutama porsi CASA.

Per Mei 2022, DPK tumbuh positif sebesar 7,57 persen secara tahunan, dimana secara Rasio CASA tumbuh 2,83 persen dari 41,24 persen Mei 2021 menjadi 44,08 persen pada Mei 2022.

Sebagai informasi, BBTN juga menawarkan solusi finansial lain seperti pinjaman Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan nilai pinjaman hingga Rp 500 juta bagi para pebisnis yang membuka Tabungan BTN Bisnis.

Tabungan BTN Bisnis ditargetkan dapat menyentuh kisaran Rp 4-7 triliun dan jumlah NOA dapat mencapai sekitar 40 ribu rekening.

Adapun Tabungan BTN Bisnis akan menjadi salah satu andalan Bank BTN dalam mengejar target pertumbuhan DPK tahun ini yang dipatok tumbuh 9-11 persen.