Kinerja Semester I 2022 Sejalan Rencana, Simak Target Harga LTLS

foto : istimewa

Pasardana.id -  PT Lautan Luas Tbk (IDX: LTLS) meraih laba bersih sebesar Rp181 miliar pada semester 1 2022, atau naik 134 persen dibanding periode sama tahun 2021.

Hal tersebut, ditopang kenaikan pendapatan sebesar 32 persen menjadi Rp4,06 triliun pada akhir Juni 2022.

Investor Relation LTLS, Eurike Hadijaya mengatakan, dengan pencapaian di semester I 2022, menjadi pondasi untuk mencapai target tahun 2022.

"Pertumbuhan tersebut tentunya tidak terlepas dari konsistensi Lautan Luas dalam menjaga optimisme dengan memaksimalkan potensi dan peluang yang ada," terang dia kepada media, Minggu (31/7/2022).

Bila dirinci, pendapatan LTLS berasal dari segmen distribusi bahan kimia setara 49 persen dan manufaktur yang setara 44 persen dari total pendapatan.

“Segmen distribution yang menjadi core competence Lautan Luas juga mampu mencatat pertumbuhan sebesar 37 persen secara tahunan, dan manufaktur mencatat pertumbuhan sebesar 25 persen secara tahunan,” ujar Eurike.

Ditambahkan, perseroan akan tetap berfokus pada industri-industri utama seperti makanan dan minuman, pengelolaan air, dan personal home care.

LTLS juga berupaya untuk memperbarui teknologi, melakukan pengembangan produk dan pengembangan pasar.

"Meski tantangan resesi global, inflasi dan suku bunga tinggi, kami optimis Lautan Luas mampu mencapai target kinerja," jelas Eurike

Sementara itu, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai, hasil kinerja LTLS pada kuartal II-2022 menunjukkan hasil yang sangat positif.  

"Selain itu, struktur permodalan perseroan juga semakin sehat, dimana rasio hutang yang terus menurun, tercatat rasio net debt to equity yang saat ini hanya sekitar 0,46x," kata Pandhu.

Pandhu menambahkan, beban utang yang relatif rendah menjadikan perseroan relatif aman ketika menghadapi potensi kontraksi ekonomi di masa mendatang, yang secara global sudah mulai terusik dengan tingginya tingkat inflasi yang memicu para bank sentral menaikkan suku bunga.

Perubahan suku bunga ini juga mempengaruhi nilai tukar mata uang, dimana US Dollar terus menguat, yang juga menyeret kurs rupiah melemah belakangan ini, meski secara prosentase masih relatif lebih baik dibanding negara lain.

"Berbekal kinerja yang kuat sepanjang semester pertama ini, kami yakin, LTLS masih dapat mempertahankan kinerjanya. Belum lama ini manajemen menyampaikan target tahun 2022 pendapatan meningkat 10 persen, dan NPM dipertahankan pada kisaran 4 persen, dengan kata lain, pendapatan ditargetkan mencapai Rp 7,3 triliun, dan laba mencapai Rp 291 miliar, hingga saat ini sudah mencapai 55 persen target pendapatan dan 62 persen dari target laba," jelasnya.

Secara valuasi, lanjutnya, saat ini, LTLS diperdagangkan pada level PE 6x dan PBV 0,72x, masih relatif rendah jika dibandingkan rata-rata valuasi sektor basic industry yang berada pada PE 12,46x dan PBV 1,08x.

Kemudian, jika dibandingkan dengan rata-rata PE 5 tahun terakhir yang berada di kisaran 7,25x, posisi saat ini juga masih relatif lebih rendah sehingga cukup menarik untuk dikoleksi untuk jangka panjang.

"Kami targetkan, LTLS untuk 12 bulan kedepan dapat mencapai Rp 1.635," jelas Pandhu.