ANALIS MARKET (28/7/2022) : IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS semalam ditutup menguat; DJIA +1.37%, S&P500 +2.62%, dan Nasdaq +4.06%, The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sesuai ekspektasi pasar (75bps) dan memberikan sinyal bahwa bank sentral AS itu akan memperlambat laju kenaikan suku bunga kedepannya. Pasar juga akan memonitor data ekonomi AS lain yang akan dirilis malam ini, yaitu data pertumbuhan kuartalan PDB AS di kuartal 2 (Cons: +0.5%; Prev. -1.6%). Yield UST 10 tahun relatif stabil (-0.08%) di 2.78%, sementara USD Index menurun (-0.65%) ke level 106.5.

Dari pasar komoditas, harga Brent terpantau naik +2.7% menjadi USD 107.2/bbl, begitu juga emas (+1.28%), dan CPO (+1.03% ke RM 3,826/ton). Sementara itu, batu bara naik +0.91% ke level USD 414/ton, dan nikel + 0.13%.

EIDO ditutup naik +1.47% ke level 22.82.

Pada akhir perdagangan kemarin (27/7), IHSG ditutup naik +0.39% ke level 6,898.2. Top leading movers emiten TLKM, BMRI, ADRO, sementara top lagging movers emiten ARTO, UNVR, MEGA. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar IDR 39 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net sell sebesar IDR 10.1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar IDR 49.1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ASII (IDR 57.7 miliar), PTBA (IDR 49.7 miliar), dan ITMG (IDR 47 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BUMI (IDR 61 miliar), BBNI (IDR 59.9 miliar), dan BBRI (IDR 56.9 miliar).

Terjadi penambahan +6,438 kasus baru COVID-19 di hari Rabu (28/7) dengan positivity rate sebesar 10.4% (total kasus aktif: 46,062). Sementara itu, sebanyak 3,825 pasien sembuh dengan recovery rate sebesar 96.7%.

Adapun diperdagangan Kamis (28/7) pagi ini, Bursa Asia terpantau dibuka menguat: Nikkei +0.67%; ASX200 +0.80%; dan Kospi +0.74%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG kami perkirakan akan menguat hari ini seiring sentimen global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (28/7/2022).