Indeks Kospi Turun 0,96 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 22,51 poin, atau sekitar 0,96 persen, pada Selasa (12/7/2022), menjadi 2.317,76.

Volume perdagangan hanya mencapai 374 juta saham senilai 6,3 triliun won atau sekitar US$4,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 772 berbanding 129.

Angka indeks turun mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu anjloknya saham Twitter Inc. Para investor juga berhati-hati jelang dirilisnya data harga konsumen Amerika Serikat dan berlangsungnya pertemuan Bank of Korea.

“Konsensus pasar memperkirakan inflasi AS Juni akan lebih tinggi dari Mei, membuat para investor menghindar dari aset berisiko,” jelas Na Jeong-Hwan, analis Cape Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing masing-masing melepas saham senilai 239 miliar won dan 44 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 268 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 1,19 persen dan 0,43 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver dan perusahaan kimia LG Chem masing-masing anjlok 2,91 persen dan 1,53 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution melonjak 1,52 persen, sedangkan saham perusahaan biofarmasi Celltrion naik 0,81 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 8,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.312,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,3 persen. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 30,69 poin, atau sekitar 0,93 persen, menjadi 3.282,89. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 279,46 poin, atau sekitar 1,32 persen, menjadi 20.844,74.