Krakatau Steel Beberkan Cara Bayar Utang Rp 7 Triliun Sebelum Jatuh Tempo

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) telah menyiapkan beberapa langkah untuk menyelesaikan utangnya yang sudah mencapai US$ 524 juta atau sekitar US$ 7,81 triliun (Rp 14.918/US$).

Diketahui, utang tersebut akan jatuh tempo pada bulan September 2022 mendatang.

Direktur Keuangan Krakatau Steel, Tardi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (30/6/2022) kemarin mengatakan, utang jatuh tempo itu akan dibayarkan melalui dana perusahaan, juga aksi korporasi yang akan dilakukan.

"Untuk utang jatuh tempo US$ 524 juta ada inisiatif bekerja sama dengan mitra strategis Posco," ungkapnya.

Dari kerja sama strategis tersebut, Tardi memperkirakan, Krakatau Steel bisa mendapat cash return sekitar US$ 90 - 100 juta.

Nantinya, dana itu akan dipakai untuk mencicil utang.

Perseroan juga akan melakukan optimalisasi asset, seperti tanah yang akan ditransaksikan dengan anak usaha, misalnya dijadikan pergudangan, kawasan industri, sarana pelabuhan.

Dari aksi korporasi ini, Perseroan diharapkan menghasilkan cash flow US$ 150 juta.

Aksi korporasi lainnya, yaitu mendivestasi anak usaha, dari Krakatau Bandar Samudera, Krakatau Tirta Industri, Krakatau Sarana Infrastruktur, Krakatau Kawasan Industri.

Anak perusahaan yang memiliki EBITDA baik ini akan didivestasi meski hanya minoritas.

"Sehingga untuk cover (utang) US$ 524 juta ada dana dari situ," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Krakatau Steel juga berencana melakukan penerbitan saham baru atau right issue, dengan nilai yang dihimpun mencapai Rp 2,5 triliun.

Namun, ini hanya dijadikan sebagai rencana cadangan atau contingency plan jika masih kurang untuk menutupi utang.

"Jumlah saham baru yang akan diterbitkan 6,4 miliar lembar, dengan harga saham Rp 360 per lembar. Tahun lalu, pada saat terbaik menyentuh Rp 500 per lembar, kita harapkan memperoleh Rp 1,8 triliun - 2,5 triliun," pungkasnya.