ANALIS MARKET (30/6/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa AS semalam (29/6), ditutup bervariasi;  DJIA +0.3%, Nasdaq -0.03%, S&P500 -0.07%, seiring dengan kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi dan peningkatan suku bunga yang agresif. Perlu dicatat penurunan S&P500 selama ytd (-20%) adalah laju penurunan di semester 1 paling tinggi sejak 1970. Selain itu pelaku pasar akan menantikan data personal income, personal spending, dan juga initial jobless claim yang akan dirilis nanti malam. Yield UST10Y turun ke level 3.09% dan USD Index naik ke level 104.5.

Pasar komoditas terpantau bergerak bervariasi; emas flat -0.09% menjadi USD 1,819/ toz, batu bara -4.4% ke level USD 360/ton, minyak -1.9% ke level USD 110/bbl, sedangkan CPO -1.6% ke level RM 4,904/ton.

Bursa Asia kemarin (29/6) ditutup mayoritas melemah: Shanghai -1.4%, Hang Seng -1.9%, Nikkei -0.9%, dan Kospi -1.8%. EIDO ditutup turun -1.4% di level 22.4. Di perdagangan kemarin (29/6), IHSG ditutup turun -0.8% ke level 6,942, dengan net sell asing di pasar reguler sebesar IDR 1.03 triliun dan net buy di pasar negosiasi sebesar IDR 28.5 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BUMI (IDR 84.8 miliar), GOTO (IDR 49.1 miliar), dan HRUM (IDR 25.5 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi dicatatkan oleh BBRI (IDR 431.6 miliar), BBCA (IDR 162.1 miliar), dan BMRI (IDR 97.0 miliar). Top leading movers adalah BYAN, SMMA, DCII dan top lagging movers adalah BBRI, ASII, BMRI.

Terjadi penambahan 2,149 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positivity rate sebesar 3.9% (recovery rate: 97.2%, kasus aktif: 16,174).

Adapun diperdagangan Kamis (30/6) pagi ini, pasar regional dibuka melemah, Nikkei flat -0.7% dan Kospi -0.8%.

“Dengan sentimen dari bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (30/6/2022).