Kejar Modal Inti Rp3 Triliun, BNBA Tawarkan 1,386 Miliar Saham Baru

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank Bumi Artha Tbk (IDX: BNBA) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD) atau right issue, dengan melepas sebanyak 1,386 miliar saham baru bernominal Rp100 per lembar.

Mengutip keterangan resmi emiten bank itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/6/2022), bahwa jumlah saham baru yang ditawarkan itu setara dengan 50 persen dari modal disetor.

Aksi korporasi ini akan digelar dalam rentang waktu 12 bulan sejak persetujuan pemodal dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 3 Agustus 2022.

Bila berminat mengikuti RUPSLB itu, wajib tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan tanggal 11 Juli 2022.

Rencananya, dana yang diperoleh dari PMHMETD II untuk tambahan modal kerja, investasi pada infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia, dan ekspansi usaha.

“Tujuan pelaksanaan PMHMETD II adalah dalam rangka pemenuhan kewajiban modal inti minimum Perseroan untuk tahun 2022 sebagaimana diatur dalam POJK 12/2020, sehingga modal inti Perseroan akan menjadi minimum sebesar Rp 3 triliun,” tulis manajemen BNBA.

Namun, PMHMETD II akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya yang akan terkena dilusi atas persentase kepemilikan sahamnya dalam Perseroan.