Indeks Kospi Melambung 2,26 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melambung 52,28 poin, atau sekitar 2,26 persen, pada Jumat (24/6/2022), menjadi 2.366,60.

Volume perdagangan moderat mencapai 643,76 juta saham senilai 8,32 triliun won atau sekitar US$6,41 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun.

Angka indeks rebound dari angka terendah dalam 19 bulan terakhir dipicu akis beli investor institusi. “Indeks Kospi telah merosot jauh lebih dalam dari pasar saham di luar negeri, namun masih tetap memiliki daya tarik valuasi mengingat solidnya fundamental perusahaan-perusahaan Korea Selatan,” jelas Lee Jong-Bin, analis Meritz Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi meraup saham senilai 640 miliar won, sedangkan investor asing dan ritel masing-masing melepas saham senilai 35,4 miliar won dan 625 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melonjak 1,74 persen dan 1,55 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver melambung 5,77 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan perusahaan otomotif Hyundai Motor masing-masing menanjak 1,34 persen dan 1,17 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem merosot 1,45 persen, sedangkan saham perusahaan minyak SK Innovation turun 0,5 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 3,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.298,20 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 50,25 poin, atau sekitar 0,77 persen, menjadi 6.578,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Vietnam melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 28,65 poin, atau sekitar 0,86 persen, menjadi 3.348,80. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 445,19 poin, atau sekitar 2,09 persen, menjadi 21.719,06.