DOID Taksir Pendapatan Tahun 2022 Sentuh USD1,5 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (IDX: DOID) menaksir pendapatan tahun 2022 akan mencapai USD1,3 miliar hingga USD1,5 miliar, atau naik 42,7 persen - 64,65 persen dibandingkan hasil tahun 2021 yang tercatat senilai USD911 juta.

Hasil itu diperoleh dari taksiran pemindahan lapisan tanah sebanyak 480 - 565 juta bcm dan pengangkutan sebanyak 74 - 86 juta ton batu bara.

Hal itu tercantum dalam bahan paparan publik emiten jasa tambang batu bara itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/6/2022).

Dari hasil itu, perseroan menaksir membukukan laba sebelum pajak, bunga, amortisasi dan depresiasi (EBITDA) mencapai USD320 - 380 juta, atau naik 36,7 persen - 62,3 persen dibandingkan tahun 2021 yang tercatat senilai USD234 juta.

Sedangkan hingga 31 Maret 2022, DOID mencatat rugi bersih senilai USD461,54 ribu dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau menyusut 98,19 persen dibandingkan kuartal I 2021 atau setara dengan USD25,518 juta.

Dampaknya, rugi per saham dasar membaik ke level USD0,00005, sedangkan di akhir Maret 2021 berada di level USD0,00296.

Jelasnya, pendapatan bersih naik 108,8 persen menjadi USD332,25 juta yang ditopang pendapatan jasa dari Berau Coal, atau naik 31 persen dibanding kuartal I 2021 yang tercatat senilai USD74,102 juta.

Senada, pendapatan jasa dari Adaro Indonesia naik 138,9 persen menjadi USD49,796 juta. Demikian juga dengan pendapatan jasa dari Indonesia Pratama yang naik 129,5 persen menjadi USD46,646 juta.

Bahkan, perseroan membukukan pendapatan jasa dari BM Alliance Coal Operatioan Pty Ltd senilai USD44,231 juta, pos ini nihil pada kuartal I 2021.

Walau beban pokok pendapatan membengkak 99,3 persen menjadi USD301,22 juta, tapi laba kotor melonjak 342,8 persen menjadi USD31,028 juta.