ANALIS MARKET (22/6/2022) : IHSG Berpotensi Sideways

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, pasar saham AS pada perdagangan semalam (21/6), ditutup lebih tinggi dengan Index Dow Jones naik +2.15%, S&P 500 naik +2.45%, dan Nasdaq naik +2.51%. Pasar bergerak positif setelah libur panjang perayaan Hari Emansipasi pada Senin kemarin. Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan memberikan testimoni prospek ekonomi dan kebijakan moneter di hari Rabu dan Kamis waktu setempat. Yield UST 10Y naik +2.1% ke 3.31% dan Indeks dolar AS terpantau relative flat di level 104.24.

Pasar komoditas bergerak bervariasi dengan harga batu bara naik +3.47% ke level USD 395.5/ton dan harga minyak naik +0.34% ke level USD 110.65/bbl, sedangkan emas turun -0.1% ke level USD 1,838.8/toz, CPO melemah -0.8% ke level MYR 4,985/ton

Kemarin (21/6), bursa Asia ditutup mixed dengan index Nikkei dan Hang Seng ditutup masing-masing naik +1.8% dan +1.9%, sedangkan Shanghai turun -0.3%. Indeks EIDO ditutup lebih tinggi +1.99%, dan IHSG ditutup menguat +1.0% ke level 7,044. Asing mencatatkan net sell sebesar IDR 350.4 miliar di pasar reguler, dan net sell sebesar IDR 84.3 miliar di pasar negosiasi.  Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh MDKA (IDR 201 miliar), ADRO (IDR 132.9 miliar), dan BBRI (IDR 62.4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBNI (IDR 92.8 miliar), TLKM (IDR 55.6 miliar), dan UNTR (IDR 51.4 miliar).  Top leading movers emiten GOTO, TLKM, BBNI, sementara top lagging movers emiten ASII, BBRI, BRMS.

Terjadi penambahan 1,678 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positivity rate sebesar 2.74% (recovery rate: 97.3%, kasus aktif: 10,095).

Adapun diperdagangan Rabu (22/6) pagi ini, pasar Asia dibuka bervariatif dengan Nikkei dibuka +0.28% dan Kospi -0.17%.

“Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways seiring dengan pasar yang akan menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang mulai berlangsung hari ini sampai dengan besok,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (22/6/2022).