“Lockdown” Tahan Inflasi Tiongkok

foto: istimewa

Pasardana.id - Inflasi di Tiongkok berlangsung terbatas sebagai dampak diberlakukannya lockdown di Shanghai selama dua bulan penuh.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/6/2022), indeks harga konsumen hanya naik 2,1 persen year-on-year pada Mei lalu. Para analis memperkirakan indeks harga konsumen naik 2,2 persen.

Indeks harga produsen Tiongkok hanya meningkat 6,4 persen year-on-year bulan lalu, jauh di bawah peningkatan 8 persen yang tercapai pada April. Peningkatan indeks harga produsen Mei merupakan yang terendah sejak Maret 2021.

Berlawanan dengan yang terjadi secara global, permintaan komoditas seperti baja, aluminium, dan lainnya lemah di Tiongkok akibat berlangsungnya lockdown. Aktivitas pabrik di Tiongkok terbatas, dengan indeks manajer pembelian manufaktur hanya mencapai 48,1 pada Mei.

Dengan terbatasnya inflasi, bank sentral Tiongkok dapat merilsi berbagai stimulus untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut di kala bank sentral negara lain mulai menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Menurut Sheana Yue, ekonom Tiongkok Capital Economics, indeks harga produsen Tiongkok masih akan berlanjut turun sampai akhir tahun.