Indeks Kospi Merosot 1,27 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 33,70 poin, atau sekitar 1,27 persen, pada Senin (9/5/2022), menjadi 2.610,81 yang merupakan angka penutupan terendah sejak 30 November.

Volume perdagangan moderat mencapai 870,64 juta saham senilai 9,06 triliun won atau sekitar US$7,11 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 816 berbanding 88.

Angka indeks melemah mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu mencuatnya kekhawatiran inflasi dan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat.

“Para investor khawatir terhadap inflasi tinggi dan pengetatan kebijakan moneter The Fed yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia,” jelas Seo Sang-Young, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Pekan lalu The Fed meningkatkan suku bunga sebesar 0,50 persen untuk menahan lonjakan inflasi.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 226,7 miliar won dan 143,7 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 339,5 miliar won.

Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution merosot 1,87 persen. Saham Samsung SDI terjun 4,21 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem tergelincir 3,08 persen. Saham perusahaan baja POSCO melorot 1,75 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing turun 0,55 persen dan 1,55 persen. Saham perusahaan keuangan KB Financial dan perusahaan asuransi Samsung Life masing-masing anjlok 1,17 persen dan 2 persen.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melemah 0,6 persen. Saham SK Hynix tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 1,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.274 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 84,90 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 7.120,70. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia. Bursa Filipina tutup sehubungan berlangsungnya pemilihan umum.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 2,58 poin, atau sekitar 0,09 persen, menjadi 3.004,14. Bursa Efek Hong Kong tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan kelahiran Sang Buddha.