Referensi Dokter Turun, Laba DGNS Anjlok 61 Persen Pada Kuartal I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (IDX: DGNS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,4 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau anjlok 61,2 persen dibandingkan periode sama tahun 2021, yang tercatat sebesar Rp21,7 miliar.

Akibatnya, laba per saham dasar dan dilusian turun ke level Rp6,72, sedangkan di akhir Maret 2021 berada di level Rp17,44.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2022 tanpa audit emiten fasilitas kesehatan ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/5/2022).

Jelasnya, pendapatan bersih anjlok dan tersisa Rp57,888 miliar karena pendapatan referensi dokter pihak berelasi turun menjadi Rp27,148 miliar, atau turun 30,8 persen dibanding kuartal I 2021, yang tercatat sebesar Rp38,295 miliar.

Senasib, pendapatan klien korporasi kepada pihak ketiga amblas 60,8 persen dan tersisa Rp16,6 miliar.

Demikian juga pendapatan referensi dokter pihak ketiga merosot 47, 3 persen dan tersisa Rp7,57 miliar.

Walau beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 35,8 persen menjadi Rp27,412 miliar, tapi laba kotor turun 32,5 persen dan tersisa Rp30,476 miliar.

Sayangnya, beban umum dan administrasi membengkak 19,4 persen menjadi Rp16,205 miliar.

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 3,3 persen menjadi Rp249,94 miliar yang ditopang kenaikan saldo laba sebesar 6,06 persen menjadi Rp140,9 miliar.

Patut dicermati, arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat senilai Rp636,28 ribu, atau memburuk dibandingkan kuartal I 2021, yang mana tercatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp10,241 miliar.

Hal itu dipicu penerimaan kas dari pelanggan anjlok 47,6 persen yang tersisa Rp42,896 miliar.