Harga Timah Melonjak, TINS Cetak Laba Rp601 Miliar Pada Kuartal I 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT TIMAH Tbk (IDX: TINS) membukukan laba sebesar Rp601 miliar atau naik 5713 persen dibandingkan di kuartal I 2021.

Selain disebabkan oleh naiknya harga logam timah, hal ini juga dikarenakan efektifitas dalam menekan biaya operasional.

Direktur Keuangan TINS, Krisna Sjarif menjelaskan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,4 triliun atau naik 80 persen dibandingkan kuartal I 2021, dengan peningkatan kinerja laba operasi sebesar 575 persen menjadi Rp885 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp131 miliar.

“Ke depan, Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan volume produksi, sehingga target produksi dapat tercapai sesuai RKAP. Produksi bijih timah berbiaya rendah dari penambangan offshore akan terus ditingkatkan agar profit margin yang optimal tetap dapat dipertahankan,” papar dia kepada media, Rabu (18/5/2022).

Ia melanjutkan, produksi bijih timah tercatat sebesar 4.508 ton atau turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar 5.037 ton.

Dari jumlah tersebut, 35 persen atau 1.583 ton berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 65 persen atau 2.925 ton berasal dari penambangan laut.

Produksi logam timah turun sebesar 8 persen menjadi 4.820 Mton dari periode kuartal I 2021, yang tercatat sebesar 5.220 Mton.

Adapun penjualan logam timah tercatat sebesar 5.703 Mton atau turun sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021, yang tercatat sebesar 5.912 Mton.

Harga jual rerata logam timah pada kuartal 2022 sebesar USD 43.946 per Mton atau naik signifikan sebesar 76 persen dibandingkan kuartal I 2021, yang tercatat sebesar USD 24.992 per Mton.