Ekonomi RI Semakin Tangguh, Menko Airlangga : Kita Bersyukur

Foto : istimewa

Pasardana.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 mencapai USD7,56 miliar.

Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah dan membuktikan bahwa ekonomi Indonesia semakin tangguh.

"Kita bersyukur salah satu engine utama pertumbuhan ekonomi ini terus mengalami performa gemilang dan bahkan kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, (18/5/2022).

Disampaikan Menko Airlangga, neraca perdagangan merupakan determinan yang sangat penting dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Apalagi pemerintah masih memprioritaskan pemulihan ekonomi pascapandemi dalam pengambilan kebijakan di tengah berbagai tantangan global.

Berbagai kebijakan yang telah diambil juga menunjukkan sinyal positif pada tiap leading indicator.

"Pencapaian tersebut kian membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih tangguh mengingat neraca perdagangan merupakan salah satu indikator utama dalam meningkatkan cadangan devisa dan menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia," tambah dia.

Kinerja positif juga ditunjukkan pada indikator ekspor yang mengalami surplus dengan nilai USD27,32 miliar yang juga mampu mengungguli rekor tertinggi sebelumnya pada Maret 2022 sebesar USD26,50 miliar.

Selain itu, program hilirisasi yang diterapkan pemerintah untuk mendorong nilai tambah komoditas di tengah harga yang kian meningkat juga memiliki andil dalam tumbuhnya kinerja ekspor saat ini.

Hal tersebut tercermin dari aktivitas manufaktur yang terus berada di level ekspansif dengan angka Purchasing Managers' Index (PMI) April 2022 di level 51,9 naik dari posisi bulan sebelumnya di level 51,3.

Adanya kenaikan tersebut, membawa nilai PMI Indonesia berada di atas level PMI negara ASEAN lainnya seperti Vietnam (51,7), Malaysia (51,6), dan Myanmar (50,4).

Dari sisi impor, tercatat mengalami penurunan dari periode sebelumnya sebesar 10,01 persen (mtm) pada April 2022 menjadi sebesar USD19,76 miliar.

Namun, penurunan tersebut tidak lantas menghambat kegiatan produksi karena komposisi utama impor didominasi oleh golongan bahan baku/penolong dengan porsi sebesar 78,62 persen.

"Ke depan, pemerintah kian gencar dalam memaksimalkan berbagai potensi kebijakan lainnya seperti kerja sama bilateral dan multilateral dalam meningkatkan perdagangan, utamanya dalam peningkatan nilai ekspor Indonesia," pungkas Airlangga.