Bayar Tol Tidak Perlu Berhenti, Pemerintah Siapkan MLFF

Foto : istimewa

Pasardana.id - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengungkapkan, pemerintah akan mengganti penggunaan e-toll untuk pembayaran jalan tol dengan pembayaran non-tunai nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF).

Rencananya, akhir tahun ini, sistem pembayaran MLFF akan diperkenalkan di jalan tol dan akan diterapkan secara penuh pada akhir 2023.

Budi mengatakan, saat ini sistem pembayaran tersebut masih dalam proses riset oleh pihak terkait.  

"Ini masih dalam proses riset ya oleh pihak dari BUJT termasuk PUPR termasuk juga pihak BPTJ," ujarnya saat konferensi pers, Selasa (17/5/2022).

Dia berharap, sistem pembayaran nontunai nirsentuh ini dapat segera diberlakukan agar pengendara di jalan tol terbantu saat melakukan pembayaran.

Pasalnya, sistem MLFF memungkinkan pengendara tidak perlu berhenti tiap kali melakukan pembayaran di gerbang tol seperti saat ini.

Nantinya, kata Budi, saat kendaraan melewati pintu tol, saldo uang elektronik yang ada pada aplikasi di ponsel akan langsung terpotong.

Penggunaan uang elektronik telah mengurangi waktu transaksi menjadi 4 detik dibandingkan transaksi manual 10 detik.

"Ini mudah-mudahan saya harap cepet ya, karena di beberapa negara sudah diberlakukan. Dengan kecepatan 40-50 km mobil bisa langsung lewat," ucapnya.

Sebagai informasi, teknologi yang digunakan MLFF adalah Global Navigation Satellite System (GNSS) pada aplikasi khusus jalan tol di smartphone.

Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system.
Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif.

Dengan sistem ini, nantinya pengendara tidak perlu berhenti di gerbang tol sehingga dapat mempersingkat waktu tempuh.

"Pastinya akan membantu. Apalagi nanti di Palimanan, juga sudah tidak ada transaksi. Jadi transaksi itu hanya ada di Cikampek Utama, di exit-exit jalan tol di beberapa daerah," pungkasnya.