KEPCO Alami Kerugian Akibat Tingginya Biaya Energi Global

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan utilitas Korea Selatan Korea Electric Power Corporation (KEPCO) pada Jumat (13/5/2022) melaporkan kerugian mencapai rekor pada kuartal pertama tahun ini akibat tingginya biaya energi global.

Seperti dilansir Yonhap New, kerugian untuk periode Januari-Maret 2022 mencapai rekor 7,78 triliun won atau sekitar Rp88,86 triliun. Untuk periode yang sama tahun lalu, KEPCO mencatatkan laba sebesar 565,6 miliar won.

Kerugian pada kuartal I 2022 bahkan melampaui kerugian yang dialami KEPCO pada 2021 yang hanya sebesar 5,86 triliun won dan lebih tinggi 5,4 persen dari perkiraan para analis.

Kerugian yang terjadi tak terlepas dari tingginya biaya energi, dengan harga LNG meningkat 142 persen year-on-year pada kuartal pertama 2022. Harga batubara melambung 191 persen year-on-year.

Dengan kerugian besar yang diderita, KEPCO akan membentuk komisi khusus untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan yang dapat memperbaiki kondisi finansial perusahaan tersebut. Langkah yang dapat diambil termasuk menjual saham dan properti KEPCO, serta merestrukturisasi bisnis di luar Korea Selatan.