ANALIS MARKET (13/5/2022) : IHSG Diperkirakan Masih Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, Pada perdagangan kemarin (12/5), IHSG ditutup melemah 216,36 poin (-3,17%) ke level 6.599,84.

IHSG melanjutkan pelemahan sebelumnya seiring dengan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed dimana angka inflasi AS (Apr-22) mencapai 8,3%, diatas konsensus yang sebesar 8,1%.

Di saat yang sama, tensi geopolitik Rusia-Ukraina masih tinggi sehingga memicu aksi jual investor asing.

Kemarin (12/5), BI merilis data Laporan Survei Penjualan Eceran Indonesia (Mar22) mencatat Indeks Penjualan Riil (Mar-22) sebesar 205,3, naik 2,6% (mtm) dan 9,3% (yoy).

Sementara itu, Wall Street diperdagangan tadi malam (12/5), ditutup melemah ditengah kekhawatiran yang berkepanjangan atas implikasi dari pengetatan agresif pada momentum pertumbuhan.

Pergerakan pasar terjadi setelah data konsumen April yang lebih panas, sehingga membuat ekspektasi bahwa The Fed akan lebih agresif untuk menjinakkan inflasi yang tidak terkendali.

DJIA (-0,33%), S&P 500 (-0,13%), dan Nasdaq (+0,06%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung mixed. Investor hari ini akan mencerma1 rilis data Cadangan Devisa Indonesia (Apr-22),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (13/5/2022).